2011 in review
The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.
Here’s an excerpt:
The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 21,000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 8 sold-out performances for that many people to see it.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
urun rembug untuk iai
Rekan-rekan arsitek dan sejawat yang saya hormati,
Diskusi dan argumentasi tentang hak anggota seperti yang (sangat) ramai dituliskan dalam milis ini sepatutnya juga terjadi pada kerja Pokja AD/ART ya? Ada pendalaman. Mungkin ada baiknya mempelajari kembali visi para pendiri IAI 52 tahun yang lalu.
Filed under: asosiasi profesi | Leave a Comment
in design, we trust
e: I found this article posted in architectmagazine.com. Please read up to the last part and what do you think about our own national architecture policy?
In Design, We Trust
Ask not what design can do for you. Ask what your nation can do to promote design.
By: Cathy Lang Ho
Stadiums, aqueducts, bridges, opera houses, museums, city halls—going back to the ancients, extraordinary public building projects are the most enduring evidence of a civilization’s technological and artistic prowess, and, ineluctably, its political and cultural ambition. Today’s courthouses, schools, highways, embassies, and so on are likewise a repository of a nation’s ideals and competence at a particular moment. Only a fledgling idea three decades ago, today, architectural policies serve many countries as a powerful tool that may be put in the service of a range of functions, practical and symbolic alike.
Filed under: architecture, arsitektur | 1 Comment
munas iai 13 balikpapan
rekan-rekan sejawat dan arsitek yang saya hormati,
saat ini pengurus iai 2008-2011 sudah selesai bertugas, dan saya sebagai mantan ketua otomatis menjadi ketua kehormatan (immediate past president) 2011-2014. walaupun demikian perkenankan saya, yang karena posisi saya sebagai ketua pengurus iai 2008-2011, maka pada saat rakernas iai kemarin menjadi ketua sidang, dan pada saat munas (baca: rapat anggota) masih berstatus sebagai ketua sampai dinyatakan demisioner (=selesai bertugas?) pada malam hari.
dalam posisi tersebut diatas maka saya ingin berbagi tentang apa yang terjadi pada munas 13 iai di balikpapan. saya usahakan agar dalam berbagi ini hanya mengutarakan fakta yang terjadi dan memotret keadaan tanpa opini pribadi.
Filed under: asosiasi profesi | 6 Comments
industri kreatif
saya kutip artikel ini seutuhnya dari koran kontan. menurut saya tulisan ini baik dalam menggambarkan situasi kita sekarang dan program umum pemerintah kedepan dalam memperhitungkan industri kreatif, khususnya terkait ekonomi kreatif.
Membangun Masa depan Industri Kreatif
Fahruddin Salim
Doktor Manajemen Bisnis dari Unpad Bandung
Artikel Opini, Kontan, Selasa 15 Nov 2011
Presiden SBY pada tahun 2009 sudah mencanangkan sebagai tahun ekonomi kreatif. Dalam pelantikan menteri baru hasil reshuffle yang lalu, presiden juga mengangkat menteri baru yang membidangi sektor ekonomi kreatif yang masuk dalam Kementerian Pariwisata.
Ekonomi kreatif sering disebut sebagai ekonomi gelombang ke empat dengan adanya pergeseran orientasi dari ekonomi pertanian, ekonomi i ndustri, dan ekonomi informasi, lalu menuju ekonomi kreatif. Inggris dan AS adalah dua negara yang telah berhasil mengembangkan ekonomi kreatif yang secara signifikan memberikan sumbangan dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB) negara mereka.
Filed under: architecture, arsitektur | Leave a Comment
Pemahaman tentang arti konservasi pada tulisan ini adalah pekerjaan melestarikan bangunan tua, yaitu sebagai usaha mencegah kerusakan bangunan dan sekaligus memperpanjang usia pakainya. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan tidak boleh menyebabkan kerusakan baru, harus tetap terpelihara dengan baik serta disiapkan untuk hidup dan tumbuh bersama masyarakat ke masa depan.
Karena menyangkut pekerjaan pada bangunan maka tentu saja akan sangat terkait pada profesi arsitek. Pekerjaan konservasi tidak melulu hanya merupakan pekerjaan di lapangan, tetapi sudah dirancang jauh sebelumnya, yaitu bagaimana konservasi akan dilakukan untuk mencapai kriteria dan tujuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Secara umum kalau dikaitkan dengan tahapan pekerjaan arsitek, maka konservasi menjadi bagian yang paling akhir, yaitu saat bangunan akan dibongkar (demolish), atau menjadi awal dari seluruh pekerjaan pada saat bangunan tua akan dikonservasi. Tetapi di bagian manapun konservasi didalam kaitan pekerjaan arsitek, tidak mengurangi kewajiban profesinya untuk bekerja all-out. Bahkan, dengan statusnya sebagai pekerjaan konservasi, memerlukan perhatian lebih banyak karena berhubungan dengan bangunan yang sudah berumur.
Filed under: etika profesi | 2 Comments








