jejaring biro arsitek
Beberapa tahun lalu issue tentang asosiasi biro arsitek ini sudah pernah dibicarakan, bahkan sudah dua kali diadakan pertemuan bersama. Tetapi kemudian semangatnya meredup, walaupun tidak hilang sama sekali. Belakangan, hal ini muncul lagi. Golongan yang lebih muda dan belum ikut serta pada waktu itu, saat ini juga menyuarakan hal yang serupa; ingin aktif membahas lahirnya sebuah persekutuan biro arsitek yang, antara lain, beranggotakan seluruhnya biro arsitek dan menelurkan berbagai kesepakatan dalam mengatur kehidupan dan penghidupan biro-biro arsitek di Indonesia.
Filed under: arsitektur | 1 Comment
industri kreatif
Sejawat arsitek Ridwan Kamil punya istilah yang menarik sekaligus menantang, “good design is good business”. Produksi film Bollywood setiap tahun jauh diatas produksi Hollywood. Pusat-pusat mode di Milan, Paris dan London, misalnya, menghasilkan jutaan dolar setiap musim. Contoh-contoh ini menyadarkan adanya hubungan yang erat dan hasil yang memuaskan antara hasil kreatifitas dan nilai ekonomi. Ekonomi kreatif, yang kemudian bersama sub-sistem yang lain menjadi jejaring besar bernama industri kreatif.
Sejauh ini bidang-bidang kreatif yang digolongkan kedalam industri kreatif antara lain adalah periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, seni kerajinan, design, fashion, film, software interkatif, musik, seni pertunjukan, penerbitan, perangkat lunak dan jasa komputerisasi, televisi dan radio.
Filed under: arsitektur | 3 Comments
pph jasa konstruksi
yang belum saya mengerti, seperti yang tertulis di artikel ini, adalah mengapa pph untuk penyedia jasa perencanaan dan pengawasan (4%-6%) lebih tinggi dari pph untuk kontraktor (2%-4%) … hal lain adalah tentang laba usaha perencana dan pengawas jasa konstruksi. pada perhitungan biaya konsultan (perencana dan pengawas), lazimnya tidak pernah muncul kata laba/keuntungan -tidak seperti halnya pada kontraktor- diakhir perhitungan. semua angka yang muncul merupakan biaya-biaya operasional baik sebagai biaya langsung maupun tak langsung …
Tarif PPh Final Jasa Konstruksi 2%-6%
Kontan, 8 Agustus 2008
Penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi terkena tarif tertinggi.
Akhirnya, pemerintah menerbitkan juga beleid untuk memungut pajak penghasilan (PPh) final kepada pelaku usaha jasa konstruksi. Akhir Juli lalu, pemerintah telah merilis Peraturan Pemerintah (PP) No.51 Tahun 2008 tentang PPh Atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi tersebut.
Pemerintah menetapkan PPh final atas usaha jasa konstruksi dengan besaran tarif progresif atau bertingkat. Pemerintah membedakan tarif ini berdasarkan kualifikasi usaha yang dimiliki pelaku usaha jasa konstruksi. Adapun tarif PPh ini berjenjang mulai dari 2% hingga 6%.
Filed under: jasa konstruksi | 0 Comments
apa kerja arsitek?
Saya ditanya tentang apa pekerjaan arsitek, dan apa bedanya dengan insinyur dan kontraktor. Wee .. demikian parah tingkat pengetahuan orang Indonesia tentang profesi arsitek? Sambil dahi berkerut, saya siapkan saja jawaban cepat-singkat untuk pertanyaan diatas seperti berikut dibawah.
Arsitektur berhubungan dengan bangunan gedung atau kelompok bangunan gedung. Arsitek mempelajari hal tersebut sejak tingkat pertama di perguruan tinggi selama sekurang-kurangnya 8 (delapan) semester. Arsitek mempelajari bagaimana menghasilkan lingkungan binaan yang baik, termasuk bangunan gedung, yang akan berfungsi baik bagi penggunanya sekaligus mempunyai nilai seni arsitektur yang tinggi. Setelah selesai sekolah, arsitek masih diwajibkan magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dibawah bimbingan arsitek senior, sebelum dirinya dinyatakan kompeten sebagai arsitek profesional. Tidak ada disiplin ilmu lain selain arsitektur yang mempelajari khusus tentang bangunan dan kelompok bangunan. Ini meliputi tidak hanya masalah ilmu teknik membangun tetapi pengetahuan pada pengorganisasian ruang, hubungan antar ruang secara tiga dimensi, hubungan antar bangunan serta sikap bangunan terhadap lingkungannya. Tidak dapat dikesampingkan pula bahwa perancangan arsitektur seperti hal diatas juga mengangkat nilai-nilai estetika yang abstrak menjadi wujud kongkrit yang bisa dinikmati oleh banyak orang seperti bangunan yang indah, warna yang menawan dan gaya bangunan yang menyenangkan.
Filed under: arsitektur | 0 Comments


