potensi kota ambarawa
Menyambut Tahun Kunjungan Museum 2010, pengelola Museum Kereta Api Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mulai berbenah. Pembenahan meliputi pengembangan rute baru lokomotif uap wisata hingga penambahan dan penataan koleksi lokomotif. “Kami menargetkan jumlah pengunjung naik 10-15 persen tahun 2010. Saat ini rata-rata jumlah pengunjung 1.000-1.500 orang per hari saat liburan. Hari biasa sekitar 50 orang,” kata Kepala Stasiun Ambarawa Eko S Mulyanto ..
kalimat diatas adalah cuplikan dari berita harian kompas tentang museum kereta api yang mulai berbenah diri di kota ambarawa. berita selengkapnya [disini], dan tampaknya tidak berhubungan dengan bangunan-bangunan heritage lainnya yang berada di kota ambarawa
di area kota yang relatif berdekatan, ada potensi lain yang seharusnya juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kota ambarawa yaitu benteng willem 1. sebuah benteng peninggalan belanda yang berukuran besar dan mempunyai arsitektur yang sangat menarik. sedikit ceritanya bisa dilihat [disini]
dari kedua bangunan itu saja sesungguhnya pemerintah kota ambarawa dapat memanfaatkan potensinya dengan menguntungkan dan memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian kota. yang diperlukan adalah keinginan untuk membuat rencana kota yang baik, mengembalikan peran dan posisi pengelolaan, membuat adaptive reuse development plan pada bangunan-bangunan tersebut dan menjalankan rencana dengan konsisten dan tertib hukum. artikel pada harian kompas diatas menunjukkan bahwa belum ada pemikiran atau perencanaan yang terintegrasi dengan memperhatikan seluruh potensi (bangunan) yang ada disana? padahal, selain benteng willem 1, juga ada willem 2 di ungaran yang layak dibuat sebagai bagian jaringan (wisata) terpadu.
kalau beberapa hal tersebut dijalankan, maka kemudian perlu dilanjutkan dengan tindakan teknis berupa mengemas dan memasarkannya secara kreatif .. masak sih nggak bisa?
Filed under: urban design | Leave a Comment




No Responses Yet to “potensi kota ambarawa”