engsel sendok

ini bermula dari sebuah pintu lemari dapur yang tidak bekerja baik seperti sebelumnya. setelah diperiksa, ada satu engsel sendok, dari sepasang di setiap daun, per didalamnya sudah tidak berfungsi penuh. engsel dengan mekanisme menutup-sendiri-secara-perlahan itu keduanya harus berfungsi penuh. kalau salah satu tidak, maka mekanisme menutup daun tidak bekerja sempurna. kalau ditutup, daun pintu masih menganga keluar.

maka, seperti biasanya, keinginan d.i.y muncul. setelah dipikir-pikir mencari engsel pengganti di toko material mungkin perlu waktu, apalagi harus pergi keluar rumah, dicari saja melalui internet. secara nalar, karena bentuknya unik terutama cara memasangnya di sisi daun pintu, terpikir semua engsel sendok mestinya sama atau serupa. kalau tidak, betapa repotnya membuat lubang seperti itu pada daun pintu setiap kali mau memasang atau mengganti engsel.

sip. dengan cepat engsel seperti itu ditemukan di toko online. harga juga relatif murah banget. segera dipesan dan bayar. nah, dari sini mulai ketemu seninya engsel sendok. engsel yang dibeli ukuran lubang engsel persis sama, tapi ternyata gw gak teliti. lubang sekrup di sisi dalam lemari ternyata ada 4, bukan 2 seperti engsel semula. memang gak susah untuk bikin tambahan lubang, tapi daripada ambil bor dan bikin lubang baru, mungkin lebih baik cari lagi di toko online. toh harga relatif murah banget. jadi lah, pesan lagi dengan perhatian pada jumlah lubang sekrup.

singkat cerita, dapat dua pasang engsel sendok baru. walaupun butuhnya cuma satu engsel, tapi beli minimal harus sepasang. siap dipasang. eh, muncul problem baru. dimensi engsel (panjang dan lebar) sama. jumlah lubang sekrup sama. ternyata bentuknya beda sedikit. kalau yang lama bentuknya lurus, yang baru sedikit bengkok dikepalanya. istilahnya bungkuk. setengah bungkuk, karena ada yang full bungkuk 😉 .. dimensi sama maka sebenarnya bisa dipasang, dan sudah dipasang. tetapi versi setengah bungkuk itu memang untuk daun lemari yang batas tegaknya diperlihatkan, sementara engsel yang lama (namanya engsel sendok lurus) kalau daun pintu ditutup maka batas tegak lemari tidak terlihat. karena beli dua pasang, bisa saja seluruh 4 engsel sendok diganti, tetapi jadinya akan berbeda dengan pintu-pintu lemari dapur yang lain .. jadiiii, dengan sedikit jengkel atas kebodohan sendiri, gw putuskan untuk cari lagi.

pembelian yang ke tiga kali ini gw memperhatikan betul-betul jumlah lubang sekrup, dimensi, dan bentuk engsel (lurus, tidak setengah atau full bungkuk). cepat juga dapatnya karena toko-toko online itu harus punya durasi kirim secepat mungkin supaya gak ditinggal langganan ya. waktu mau pasang awalnya gak ragu juga, khawatir kalau ada masalah lagi karena merk engsel berbeda dengan merk engsel yang akan diganti. alhamdulillah setelah terpasang hasilnya sama dengan seperti menggunakan engsel yang lama, dengan catatan sebetulnya masih ada hal lain yang belum sama yaitu tidak seperti engsel yang lama, engsel baru tidak punya mekanisme menutup-sendiri-secara-perlahan. istilah yang dipakai penjual slow motion 😉 tapi gw cukup senang karena sudah cari juga engsel dengan mekanisme itu ternyata tidak ketemu, atau perlu cari lebih lama lagi .. ya sudah, cukup senang dengan hasil yang ada, dan untuk mengurangi bunyi beradu kayu daun pintu dan ambalan lemari gw kasih peredam dari plastik-berperekat yang biasanya dipakai untuk ujung bawah kaki kursi atau meja.

kesimpulan, kalau elo bukan tukang mebel atau gak biasa main lemari berpintu maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat akan beli dan pasang engsel pengganti, yaitu:

  1. dimensi engsel sebaiknya sama persis dengan engsel yang akan diganti karena dengan merk dan mekanisme yang sama ada yang berukuran lebh kecil (penjual menyebutnya engsel sendok mini).
  2. jumlah dan posisi lubang sekrup sama dengan yang eksisting supaya tidak sibuk membuat lubang baru yang potensial merusak kayu.
  3. perhatikan bentuk engsel sendok yaitu lurus, setengah bungkuk dan full bungkuk.
  4. pilih mekanisme yang sama dengan eksisting, apakah mekanisme menutup-sendiri-secara-perlahan, menutup-sendiri-tidak-perlahan, atau harus didorong untuk menutup daun pintu.
  5. merk engsel sendok tidak menjadi kendala asalkan 4 nomor diatas diperhatikan.

begitu akhirnya cerita pendek tentang engsel sendok. they lived happily ever after. gw juga happy karena urusan pintu lemari dapur beres 😉

11.01

sekarang cerita sedikit tentang apa yang gw alamin selama wfh selain kerja(an kantor) di(kerjakan) rumah ..

  1. being a mcgyver 😉 segala rupa perbaikan sedapatnya dikerjain sendiri. antara lain benerin pintu dapur di bawah wash sink, cuci ac sampai buka bodinya, bikin meja dari bata hebel, pasang tempat jemuran, benerin flexible hose dari toilet bowl, ngerakit barang ikea .. banyak macam lainnya. senang aja ngerjainnya, karena alat-alat juga cukup memadai. am inherit this ability from my dad. thanks dad!
  2. being a home man ;-)) benar-benar melakukan pekerjaan rumah tangga seperti nyapu, ngepel, nge-vacum cleaner, siram tanaman, cuci-jemur-setrika, ambil rantangan, sambil nemenin anak di kelas melukis setiap senin pagi.
  3. belajar ngurus tanaman .. antara lain pohon ara, tanaman hoya, janggut musa, dolar (yang merambat di dinding), melati air dan nona makan sirih. nggak ahli sih, hanya menjadi senang karena terlalu lama di rumah. ada yang berhasil, ada yang masih dalam proses berhasil tumbuh dengan baik, dan ada yang gagal juga seperti janggut musa yang makin lama makin kurus dan menjadi jarang.
  4. jadi lebih sering belanja online. yang udah dilakukan berkali-kali adalah belanja online di ikea, tokopedia dan shopee. sering sukses belanja, tapi 2 kali gak berhasil karena barang yang dipesan ternyata gak ready stock. kalau beli cat acrylic dan sepatu lari masih langsung di toko fisik (art-land dan sport station) di q-big bsd.
  5. jalan dan lari pagi. sesekali bareng yani, lebih jarang lagi bareng banu. yang sering adalah solo runner dan solo walker. semula target dapat jarak 3 km setiap jalan atau lari, kemudian meningkat jadi 5 km .. dari semangat ini terus ikut daftar virtual run 6 kali yang 5 km sampai full marathon 42,195 km. target speed juga berhasil menjadi lebih cepat .. akhir tahun lalu kecepatan sudah sekitar 8 menit per km .. total sampai akhir tahun 2020, jumlah jarak yang sudah ditempuh mencapai 393,87 km. tentu bukan hal istimewa bila dibandingkan dengan para pelari yang lain, tapi buat gw ini sebuah pencapaian luar biasa yang belum pernah dilakukan sebelum wabah virus covid-19. boleh gw sebut sebagai personal best. ada 2 target untuk lari di tahun 2021 ini, yaitu a/ total jumlah jarak yang ditempuh minimal 500 km, dan b/ sepenuhnya lari tanpa diseling berjalan kaki cepat (saat ini baru 3,5 km yang dicapai dengan berlari penuh sejak awal sampai akhir). target pribadi: untuk tengah tahun 2021 sudah bisa berlari penuh sepanjang 5 km tanpa jeda.

08.01

ok, 9 menit malam ini gw nerusin tulisan tanggal 6 kemarin, yaitu tentang kenapa gw gak daftar untuk ikut seleksi anggota dewan arsitek indonesia.

dari beberapa alasan gw, ada 2 yang jadi sebab utama gw gak ingin jadi anggota dewan arsitek indonesia. yang pertama, gw udah cukup lama ikut ngurusin undang-undang arsitek. memang banyak rekan-rekan lain yang juga ngurusin, tapi sejauh ingatan gw, jumlahnya menjadi sangat sedikit untuk yang terus menerus terlibat sejak tahun 2000. it’s been more than twenty long years guys! apalagi kalau menghitung yang terlibat sekaligus juga praktisi arsitek murni … jadi sudah waktunya untuk kasih tempat buat yang lebih muda. gw juga mau punya waktu lebih banyak buat keluarga, dan beberapa hobi kecil, setelah me-time di organisasi. to be honest, tumpukan kerjaan kantor dan organisasi arsitek sekaligus kerap kali luar biasa banyaknya. kondisi kayak gini justru bikin gw hidup. kalau jadwal rada kosong malah gak nyaman, kayak ada yang kurang dari hidup sehari-hari. anyhow, setelah pikir-pikir bolak-balik akhirnya gw putusin mundur dari kegiatan organisasi; seandainya ada hal yang penting toh gw masih punya akses untuk kasih info ke iai.

alasan yang kedua, gak pakek pingin sombong, karena keterlibatan sangat dalam di urusan undang-undang arsitek, gw pikir gw berani punya visi tentang peran dan posisi arsitek indonesia di masa depan. melalui riset kecil, literatur dan ngobrol kesana-kemari, berani lah gw bikin visi-misi dan roadmap profesi arsitek indonesia 50 tahun ke depan. tapi justru karena hal ini maka gw pikir belum tentu apa yang gw visi-misi-kan itu benar-benar kebutuhan di masa depan. jangan-jangan pikiran gw sudah old school, obsolete dan tidak bunyi lagi di masa depan. oleh karena itu mengapa tidak diberikan saja hak ini kepada orang-orang yang lebih muda? yang masih akan berkiprah, dan mungkin jadi tokoh-tokoh kunci, di masa depan nanti. mereka mungkin lebih tahu kebutuhan untuk masa depan dan bisa bekerja lebih baik daripada gw.

ada beberapa alasan lain, tapi dua itu yang utama. gak gampang buat gw mutusin begitu karena belum punya keyakinan penuh siapa saja yang dinilai patut jadi anggota dewan arsitek indonesia. karena alasan ini juga maka gw mendaftar jadi anggota tim panel seleksi anggota dewan arsitek indonesia. untung diterima .. malah dijadi’in ketua tim panel seleksi bersama 9 orang lain yang hebat-hebat.

06.01

9 menitan lagi ya.

sekarang mau cerita tentang keprofesian arsitek dan program turunan undang-undang arsitek pada tahun 2020, khususnya yang terjadi selama 9 bulan kemarin. ‘nggak terlalu banyak bisa cerita tentang aktivitas (di) iai karena gw dah bukan pengurus aktif. keterlibatan gw terbatas sebagai anggota majelis kehormatan nasional yang urusannya fokus kepada monev kode etik arsitek. lagipula selama kurun pandemi ini kegiatan iai dilakukan secara online, dan tidak semua kegiatan menarik hati gw untuk mengikutinya. i’ve been there and done that. yang merupakan program besar dan gw pikir adalah sebuah pencapaian adalah:

  1. tanggal 21 mei 2020 untuk pertama kalinya dewan arsitek indonesia terbentuk dan 9 orang anggotanya (sesuai amanah uu-arsitek) terpilih melalui 6 tahapan seleksi dan uji kompetensi. alhamdulillah, janji kepada diri sendiri dan kepada iai sudah gw penuhi, yaitu mengawal pembentukan dewan arsitek. tidak ada yang ingat pada janji gw, dan gak perlu juga mengingat-ingat, tetapi ini menjadi kepuasan diri sendiri berhasil meneruskan kerja sejak uu-arsitek sampai (sementara sampai saat ini) terbentuknya dewan arsitek indonesia. udah pasti ini bukan kerja gw sendirian, serupa dengan penyusunan uu-arsitek yang juga bukan kerja sendirian, sehingga ucapan terima kasih dan penghargaan sepatutnya diberikan kepada teman-teman tim seleksi anggota dewan arsitek indonesia. gw, kebetulan diminta menjadi ketua tim seleksi, hanya sekedar memastikan bahwa proses seleksi berjalan sampai terbentuknya dewan arsitek indonesia. dan yang juga membuat kenyamanan sendiri, kerja tim seleksi berjalan dengan tidak berisik, tidak pamer, dan mudah-mudahan hasilnya memberi manfaat kepada sebanyak-banyaknya orang.
  2. hal yang kedua ini gw ingin menulis dengan jujur sekaligus menjawab banyak pertanyaan mengapa gw gak daftar ikut seleksi menjadi anggota dewan arsitek indonesia. jawaban tentang ini akan gw tulis di episode 9-menitan berikutnya ya ..
  3. next, tentang kiprah iai. yang akan gw ingatkan (lagi) kepada pengurus iai adalah bahwa sebagai organisasi profesi, sepatutnya dalam melakukan pembinaan anggota, selain memberi sanksi terhadap pelanggaran kode etik dan kaidah tata laku arsitek, juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada anggotanya. sanksi-sanksi sudah berjalan dengan cukup baik, tetapi memberi penghargaan kepada anggota masih merupakan hal yang langka. penghargaan iai awards sudah berjalan untuk hasil karya anggota iai, tetapi belum muncul kebiasaan memberikan penghargaan kepada individual atas manfaat yang diberikannya kepada iai dan profesi arsitek. gw gak tahu kenapa hal ini susah dilakukan .. kayak susahnya orang bilang terima kasih kali ya? padahal bisa dilakukan tanpa biaya lho.

.. dah dulu ya, besok disambung lagi. good night, pls stay safe and healthy.

01.01 – hari pertama 2021

9 menit untuk 9 bulan.

maksudnya menulis selama sembilan menit tentang pengalaman sembilan bulan yang lalu. emang kenapa? karena selama sembilan bulan kemarin mengalami banyak pengalaman baru selama bekerja dari rumah. hmm .. mungkin bukan baru, tetapi karena lebih fokus dikerjakan, rasanya jadi lebih mantap seolah pengalaman baru. apa aja sih?

  1. kerja di kantor terakhir tanggal 17 maret 2020. itu juga sudah pakai masker. apa kabar ruang kerja besar (karena dipakai bersama tenaga ahli dan advisor lain) dan meja kerja gw di lantai 23? setelah itu hanya 1-2 kali melakukan rapat atau pertemuan tatap muka yang tertib dengan protokol kesehatan, termasuk melakukan pcr swab test atau rapid antibody test. bekerja dari rumah hampir sama saja dengan bekerja di kantor. jenis pekerjaan dan durasi waktunya serupa, walaupun kalau di rumah seringkali lupa waktu dan terus bekerja. yang membedakan adalah dalam cara koordinasi gagasan atau hasil pekerjaan; walaupun tersambung secara online tetapi membutuhkan cara dan emosi yang berbeda dibandingkan dengan tatap muka langsung. setelah sembilan bulan berjalan terasa bahwa bekerja di kantor itu sebuah kenyamanan dan kemewahan sendiri yang selama ini seperti taken for granted. persiapan bekerja, perjalanan menuju kantor, waktu jeda bekerja, rapat dengan rekan-rekan di kantor, sampai mengingat apa yang dilakukan saat waktu makan siang, waktu menjelang pulang kantor, dan menghitung waktu agar lebih dekat dengan jadwal mrt dan kendaraan umum lainnya.
  2. yang berikutnya adalah bertambah jumlah dan waktu rapat dibandingkan sebelum masa bekerja dari rumah. semua dilakukan dengan bantuan aplikasi seperti (yang sering atau pernah digunakan) zoom (tentu, siapa yang tidak pakai zoom?), google meet, cisco webex sampai whatsapp video call. cara online ini memang banyak memberikan kemudahan, misalnya tidak makan banyak waktu untuk pergi ke tempat rapat, cari parkir dan segala macam kemacetan di jalan. juga mungkin karena kemudahan ini maka setiap saat, terjadwal atau tidak, kerap kali muncul undangan rapat. paling pagi pernah mulai jam 7, dan paling malam pernah sampai tengah malam baru selesai rapat online. sebuah pengalaman yang benar-benar baru yang tidak pernah dialami sebelumnya, dan memecahkan rekor pribadi 😉 .. dalam waktu sehari bisa sampai 4-5 rapat berbeda. hal yang tidak mungkin dapat dilakukan untuk rapat tatap muka di jakarta .. sudah sembilan menit, saya jeda dulu karena tugas rumah yang harus dikerjakan .. to be continue > seperti banyak rekan yang lain, gw juga belajar rapat online dari nol, dan saya pikir kita semua patut berterima kasih kepada Eric Yuan. setuju ya?
  3. alhamdulillah, selama bekerja dari rumah, artinya selama wabah ini berlangsung, gw gak kehilangan pekerjaan. selain ngajar dan menjadi narsum di acara-acara webinar, beberapa proyek terus berjalan. keterlibatan gw beragam, ada yang jadi reviewer tapi ada juga yang terlibat langsung jadi arsiteknya. memang gak semua berjalan seperti yang gw harapkan, terutama soal pembayaran honorarium (baik untuk kerjaan kantor gw maupun untuk gw sendiri sebagai profesional) yang terlambat dan sangat terlambat dibayarkan. mungkin (perusahaan) pemberi tugas mengalami kesulitan cash flow karena proyek-proyeknya terdampak pandemi covid-19? anyhow, dengan cara bekerja online (daring, walaupun kata ini kedengarannya gak klop gitu) gw bisa belajar lebih sabar dalam berkoordinasi pekerjaan, dan lebih banyak tahu karakter orang-orang yang kayaknya-kerja-keras-ternyata-cuma-omdo atau yang seperti-seorang-ahli-tapi-senengnya-ngelibatin-orang-lain .. simpati juga kepada rekan-rekan seprofesi yang bironya harus potong gaji sampai 50%, berhentikan pegawai kontrak, kurangi jam kerja karena tidak ada proyek .. ingat seperti krisis keuangan 1998-1999, tapi mungkin krisis kesehatan kali ini lebih parah karena tidak bisa sembarang “berkeliaran” keluar rumah.
  4. sharing dan berbagi materi tentang kode etik dan kaidah tata laku profesi arsitek semester ini (semester 1 2020/2021) sudah gw mulai lagi dan dilakukan sepenuhnya secara online. kali ini berbagi dengan 39 mahasiswa peserta Program Pendidikan Arsitek Departemen Arsitektur UI. tidak sepenuhnya materi baru yang gw share, tetapi selalu ada update untuk setiap materi kuliahnya. mudah-mudahan tahun depan sebagian besar materi kuliah sudah updated dengan lebih baik. apa boleh buat, riset-riset kecil belakangan ini dilakukan secara online saja, dan kerap kali harus membuat keywords berulang karena materi berbahasa indonesia (gw prefer mencari kasus-kasus lokal) berbeda kelaziman menulisnya dibandingkan dengan materi manca negara. pada saat gw nulis sekarang, semester ini tinggal 1 kali waktu kuliah lagi dan minggu depannya UAS. yang cukup menarik, mahasiswanya berasal dari beberapa daerah di luar jabodetabek. ada dari jambi, bali, kupang, dan lombok tengah .. online memang memberi kemudahan untuk kuliah jarak jauh.
  5. ke kantor gw yang di hang jebat cuma 2-3 kali dalam 9 bulan terakhir, dan secara visual dan bau, sudah patut untuk di refresh. ini, menurut gw, sangat penting. menjaga ruh kantor arsitek. yang paling sederhana adalah membersihkan secara menyeluruh (vacum cleaner + cuci & pel), memberi cat baru yang lebih terang dan segar, dan mengalirkan udara luar melintas ruang-ruang kerja di dalam. memberikan semangat baru dan menularkan sikap bersih kepada para karyawan.

sekarang dah tanggal 5, berarti sudah sekian kali 9 menit menulis. kali ini tentang kerja selama pandemik. next time tentang iai dan dewan arsitek selama pandemik. next next time bolehlah tentang pribadi keseharian. next next next time mungkin tentang dugaan seputar dunia praktik pasca pandemik covid-19.

time to leave now .. see you later soon.