special needs are indeed special

copy article from http://clara-indonesia.com/those-with-special-needs-are-indeed-special/

Those With Special Needs Are Indeed Special

 

Tiba-tiba saya tersadar, ‘hidup adalah pilihan’ hanya berlaku untuk proses menjalani hidup itu sendiri. Terdengar seperti pepatah yang indah, bukan? Sebagai manusia, kita diberikan kebebasan bertindak sesuai dengan pilihan masing-masing.

Tidak ada satupun makhluk yang dapat menentukan pilihan sebelum Ia terlahirkan di dunia. Seperti dalam hal fisik. If I could ever choose, then I would definitely ask for a face like The Duchess of Cambridge and marry my prince charming. But, turns out life does not work that way.

unnamed

The Flowers # 2 by Banu Gunottama (Foto. Dok. Pullman Thamrin Jakarta)

Beberapa waktu lalu, saya sempat menyaktikan pameran lukisan karya 25 pelukis muda penyandang autisme. Pameran tersebut sanggup membuat saya kembali merefleksikan hidup ini. Tajuk acara yang menyebutkan “25 Magic paintings done by the talented little angels with autism from Yayasan Daya Pelita Kasih” sungguh sangat deskriptif. They are indeed little angels.

Setiap lukisan seolah memiliki kekuatan magis untuk menyihir para tamu. Membuat saya bertanya-tanya, bagaimana bisa mereka yang berkebutuhan khusus dapat berkarya, sedangkan banyak yang terlahir normal memilih untuk bermalas-malasan dan tidak memiliki semangat hidup?

unnamed-2

Kiri: Somewhere in Someplace by Diego Luister Berel, Kanan: Rescue The Princess by Fero Adhi Mada Sardjono (Foto: Dok. Pullman Jakarta Indonesia)

Pameran yang berlangsung hanya sampai tanggal 29 Juli 2018 ini dapat Anda kunjungi di Hotel Pullman Jakarta Indonesia, yang berlokasi di Thamrin, Jakarta Pusat. Anda juga dapat turut berkontribusi membantu Yayasan Daya Pelita Kasih dengan membeli hasil karya mereka. And, I hope this exhibition could change your perspectives in seeing life, just like how it has done to mine.

Advertisements

kilas balik 2017

IMG_5882

setidaknya ada dua pencapaian besar pada tahun 2017. yang pertama adalah diundangkannya undang-undang arsitek (uu-ar) sebagai uu no. 6 tahun 2017. kalau dihitung sejak pertama kali naskah akademis ditulis, uu-ar ini menempuh perjalanan tidak kurang dari tujuh belas tahun! sebagai catatan sejarah, uu-ar disetujui oleh dpr melalui sidang paripurna tgl. 11 juli 2017, disahkan oleh presiden dan diundangkan oleh menteri hukum dan ham tgl. 8 agustus 2017, dan akhirnya tercatat sebagai lembaran negara no. 179.

pencapaian kedua adalah berhasil menerbitkan buku sudut pandang. buku ini merupakan kumpulan tulisan bersama sahabat saya bambang eryudhawan, dan sudah diangan-angan sejak tahun 2016. dengan bantuan biaya penerbitan dari sahabat saya yang lain jusuf setiadi, foto sampul yang keren oleh anak saya bhagas nissreyasa, dan layout buku yang ok oleh rully jatmiko, pemesanan dini buku diluncurkan bulan mei 2017. dengan bantuan dan dukungan dari ria febriyanti dan [pda], buku-buku mulai dikirimkan kepada pemesan bulan desember 2017. cara penjualan buku sendiri ini cukup baik karena pada pemesanan awal sudah mendapat 155 pesanan. semua sudah terkirim per desember tahun 2017. yang menggembirakan, saat ini sudah mulai masuk pesanan berikutnya. alhamdulillah ..

sesungguhnya ada banyak sekali pencapaian yang diperoleh tahun 2017, dan demikian pula kegagalan yang dialami. semua merupakan nikmat dan rahmatNYA .. dan pasti merupakan rencanaNYA yang terbaik untuk saya.

selamat tahun baru 2018!

Sudut Pandang lagi

IMG_9009

alhamdulillah .. pengiriman buku sudah dilakukan sejak dua hari lalu. pesanan perdana tercatat sebanyak 250-an buku tetapi pada akhirnya baru sekitar 150-an yang meneruskan pemesanan. yang lain mungkin terlupa, karena pesanan dibuka sejak bulan april-mei lalu, dan perlu diingatkan kembali. tiga pemesan sudah menerima buku, dan dua diantaranya memberi komentar sangat positif terhadap isi buku. mudah-mudahan yang lain berkenan memberi tanggapannya.

hal lain, mungkin akan ada acara bedah buk, sekitar februari 2018.

Sudut Pandang

Cetak perdana. Setelah angan-angan sejak akhir tahun lalu, buku Sudut Pandang akhirnya bisa diterbitkan. Terima kasih kepada semua yang telah bekerja sama menerbitkan buku ini: Yudha sebagai penulis tandem, Bhagas yang membuat sampul buku yang istimewa, Rully yang membantu design layout, Ria sebagai koordinator penerbitan, dan teman-teman PDA serta teman-teman lain yang telah membantu bersama-sama mewujudkan angan-angan ini. Tidak lupa kepada sahabat saya Jusuf Setiadi dari Airmas Asri, yang telah mensponsori penerbitan buku. Two thumbs up for you guys!

23826299_10155992553513104_2926294193907589496_o

Continue reading Sudut Pandang

(r)uu arsitek

hari ini seluruh substansi rancangan undang-undang arsitek selesai dibahas melalui rapat panitia kerja (panja). panja merupakan gabungan dari anggota komisi v dpr dan para pejabat dari 5 kementerian/lembaga yang diketuai oleh kementerian pupr.

kami dari iai selalu berusaha hadir untuk mengikuti dan mengamati rapat-rapat pembahasan, dan kerap kali diminta masukannya mengenai masala-masalah berkaitan dengan arsitek, arsitektur dan banyak hal lain yang terkait.

alhamdulillah .. akhirnya uu arsitek akan segera terwujud setelah bertahun-tahun diangankan dan diusahakan (lihat posting saya yang lain tentang uu arsitek). kalau menuruti jadwal yang tadi disampaikan dalam rapat, 20 juni minggu depan rapat kerja komisi v dengan kementerian/lembaga, kemudian setelah reses dan libur lebaran, 4 juli dijadwalkan maju ke bamus dpr untuk diagendakan masuk ke sidang paripurna dan pengesahan uu arsitek pada kesempatan pertama.

mari kita lihat apakah jadwal tersebut dapat ditepati.

untuk sebagian, misalnya anggota komisi v dpr, pengesahan uu arsitek mungkin akhir dari sebuah perjalanan panjang. bagi kami, ini merupakan awal perjuangan baru untuk menata keprofesian arsitek di indonesia menjadi lebih baik. masih banyak hal yang perlu disiapkan. antara lain peraturan-peraturan yang diamanatkan oleh uu seperti peraturan pemerintah, peraturan menteri, pembentukan dan pengaturan dewan arsitek. juga pranata keprofesian yang lain, misalnya indemnity insurance dan sistem lisensi.

mudah-mudahan, untuk setiap perkembangan berikutnya, saya tidak lalai untuk menuliskannya disini.

hari ini, saya berhenti sampai disini dulu.

 

dewan arsitek indonesia

Di dunia profesi sudah dipahami bahwa seseorang diuji dan dinyatakan menjadi ahli oleh sesama ahli di bidang tersebut. Ini prinsip peer group. Melakukan peer review terhadap sesorang yang akan memasuki profesi dan praktik dalam bidang keahlian tertentu. Cara melakukan review bisa bermacam-macam, antara lain melalui ujian tertulis, ujian lisan sampai diminta melakukan presentasi terbuka.

Dengan pemahaman tersebut maka juga dapat dipahami bahwa seseorang patut melalui proses review untuk menjadi arsitek, di hadapan kelompok arsitek yang terpilih menjadi penguji.

Kelompok arsitek terpilih tersebut lazimnya dikenal sebagai Board of Architects atau Council of Architects. Kalau di Indonesia mungkin menjadi Dewan Arsitek atau Konsil Arsitek.

Perlu dipahami pula bahwa bila seseorang telah selesai pendidikan arsitektur, maka ia belum sepenuhnya dinilai siap untuk berpraktik sebelum diuji kemampuannya oleh dewn atau konsil arsitek. Selesai pendidikan bisa berarti dinilai sudah menguasai ilmu pengetahuan tentang arsitektur, tetapi belum memahami berbagai hal lain yang akan dihadapi pada saat berpraktik.

Cara yang lazim di dunia praktik arsitektur adalah melalui proses magang terlebih dahulu. Proses ini merupakan “jembatan” pengantar dari dunia akademis masuk ke dunia praktik.

Setelah menjalani proses magang maka ia dinilai sudah menguasai berbagai hal dasar untuk berpraktik, dan layak untuk ikut ujian di hadapan dewan atau konsil.

Dengan latar belakang proses seperti di atas, maka tidak bisa diabaikan keberadaan dewan atau konsil arsitek sebagai kelompok independen yang akan menguji seseorang menjadi arsitek. Maka dapat pula diterima bahwa, selain sosok arsiteknya, kehadiran dewan atau konsil arsitek menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses menjadi arsitek. Dua hal ini menjadi ruh pengaturan profesi arsitek. Dengan demikian maka kedua hal ini menjadi satu keharusan yang diatur melalui undang-undang arsitek.