magang arsitektur

20Feb08

Setelah menguasai kemampuan dasar sebagai sarjana arsitektur, proses berikutnya adalah melakukan pemagangan atau praktik kerja sebagai (calon) arsitek. Proses ini merupakan hal yang lazim terjadi di banyak negara. Tujuannya adalah agar mempunyai cukup pengetahuan teori/akademis dan pengalaman kerja nyata, sehingga memiliki bekal yang memadai untuk terjun penuh sebagai arsitek.

Masalahnya, selama ini pemagangan belum dianggap sebagai stepping stone di Indonesia, seperti halnya kerja praktik yang dianggap sebagai pelengkap pada masa sekolah, untuk memenuhi prasyarat sebelum praktik sebagai profesional. Oleh karena itu sulit mencari ukuran dan hal-hal apa saja yang selayaknya diperoleh selama magang.

Berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa literatur internasional, saya mencoba membuat tulisan berikut ini tentang hal-hal yang sepatutnya dikuasai setelah menjalani pemagangan. Mengenai waktunya, pemagangan akan membutuhkan tempo sekurang-kurangnya 2 tahun.

Pengalaman praktik arsitektur:

– Wawasan tentang profesi arsitek dalam masyarakat

– Pengetahuan tentang standar etika profesi

– Pengetahuan tentang asosiasi profesi

– Wawasan tentang industri konstruksi dan hukum-hukum konstruksi

– Koordinasi multi disiplin

– Sistem dan manajemen kantor/perusahaan

– Legalitas yang diperlukan untuk berpraktik

– Pertanggungjawaban profesi

Manajemen proyek:

– Membuat jadwal proyek

– Menyusun dan mengatur kontrak kerja dengan pemberi tugas

– Pengetahuan tentang perijinan tanah dan bangunan

– Rancangan anggaran biaya proyek dan kontrol biaya

– Proses pengadaan dan pelelangan

– Administrasi proyek and sistem pelaporan

Pra Rancangan/Rancangan Skematik:

– Menyusun dan atau membaca kerangka acuan kerja

– Mengumpulkan data dan menganalisa kondisi tapak dan lingkungannya

– Koordinasi perancangan dengan tenaga ahli lain

– Membuat konsep perancangan

– Menyiapkan alternatif rancangan secara grafis

– Presentasi rancangan dan membuat persetujuan dengan pemberi tugas

Pengembangan Rancangan:

– Meneliti dan menyiapkan program ruang, organisasi ruang dan kebutuhan sirkulasi secara menyeluruh dan terpadu

– Mengusulkan dan memutuskan sistem pendukung bangunan dan penggunaan material

– Menyiapkan gambar dan dokumen teknis lainnya untuk persetujuan pemberi tugas

Gambar Konstruksi/Gambar Kerja:

– Analisa menyeluruh dan memutuskan penggunaan seluruh material bangunan serta sistem pendukung bangunan

– Menyiapkan dokumen lengkap perancangan meliputi gambar, spesifikasi teknis dan rancangan anggaran biaya

Administrasi kontrak:

– Menyiapkan dokumen pelelangan

– Evaluasi dan erkomendasi hasil pelelangan

– Membantu menyiapkan dokumen teknis lainnya yang dibutuhkan, misalnya untuk pengurusn ijin bangunan, laporan kepada pemberi tugas dan dokumentasi proyek

Pada akhir pemagangan arsitek bersangkutan diberi waktu untuk mendemontrasikan pengetahuan dan kemampuannya menguasai hal-hal tersebut diatas. Tentu saja selama menjalani proses pemagangan, pemagang harus didampingi oleh arsitek senior yang berfungsi sebagai mentor pembimbing.



One Response to “magang arsitektur”

  1. 1 ira

    ada link yang menerima magang gak?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: