praktik sebagai arsitek

02Mar08

Berpraktik sebagai arsitek melibatkan tanggung jawab yang lebih besar daripada sekedar menyiapkan rancangan. Arsitek harus bisa bersikap profesional, kompeten dan menguasai penuh bidang arsitektur, mempunyai integritas yang dikenal baik, dan pada akhirnya menyumbangkan keahliannya kepada masyarakat luas (people as the ultimate client). Prinsip-prinsip ini umumnya dapat ditemukan pada, dan karena itu harus sudah dikuasai dan dipegang penuh, kode etik dan kaidah tata laku arsitek.

[1]

Prinsip-prinsip sikap profesional telah disepakati bersama oleh arsitek dunia melalui kongres UIA (Union of International Architects – asosiasi dunia yang beranggotakan asosiasi profesi arsitek masing-masing negara) di Beijing 1999. Dengan kata lain sikap-sikap tersebut akan menjadi ukuran yang berlaku pada praktik arsitek di seluruh dunia. Berikut ini adalah empat sikap sebagai seorang profesional:

Arsitek adalah seorang ahli. Ia memiliki pengetahuan (a systematic body of knowledge), keahlian, ketrampilan dan penguasaan teori berdasarkan pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang dijalaninya. Proses pendidikan dan pengalaman tersebut lazimnya terstruktur demikian rupa sehingga masyarakat memperoleh keyakinan akan mendapatkan layanan jasa (arsitek) secara profesional.
Otonomi. Seorang arsitek memberikan advice yang obyektif kepada pengguna jasa. Ia memperoleh honorarium untuk tanggung-jawabnya memegang teguh idealisme dan keputusan tanpa kompromi diatas berbagai motif dalam menghasilkan karya seni arsitektur. Arsitek juga diberi honor karena ia diharapkan selalu memegang semangat untuk mengikuti berbagai peraturan yang berkaitan dengan profesinya, dan selalu memperhatikan bahwa rancangannya akan mempunyai dampak sosial dan lingkungan.
Komitmen. Fokus dan konsentrasi kepada pekerjaan untuk menghasilkan karya yang terbaik untuk kepentingan pemberi tugas dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas.
Akuntabilitas. Arsitek mempunyai tanggung jawab untuk bekerja secara mandiri dan, kalau diperlukan, memberikan kritik kepada pemberi tugas apabila penugasannya bertentangan dengan kepentingan publik dan lingkungan hidup.

[2]

Prasyarat praktik selanjutnya adalah kompetensi dan menguasai keahlian bidang arsitektur, biasanya dinyatakan dengan menguasai bakuan kompetensi Ikatan Arsitek Indonesia. Dan sesuai dengan kelaziman praktik arsitek dimanapun, kompetensi arsitek dibuktikan dengan memegang sertifikat keahlian.

[3]

Berikutnya, mempunyai integritas yang baik, yaitu antara lain adalah dengan menguasai peran dan tanggung jawab arsitek pada pekerjaannya. Mengetahui secara detail apa yang menjadi tugasnya dan menyampaikan layanan jasa arsitek dengan bertanggungjawab. Sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia, berikut ini adalah ringkasan tugas-tugas arsitek:

– Memberikan keahlian dan kemampuannya sesuai standar kinerja keahlian arsitek.
– Memenuhi persyaratan yang diminta dalam Kerangka Acuan Kerja penugasan.
– Mengindahkan dan menguasai peraturan dan perundangan yang berlaku.
– Melakukan tugas koordinasi dengan ahli/konsultan lain.
– Ketidaksempurnaan/kesalahan pekerjaan dalam bidang perencanaan perancangan menjadi tanggung jawab masing-masing ahli/konsultan bidang bersangkutan, namun arsitek tetap memegang kendali atas kinerja tim secara keseluruhan.
– Melakukan pengawasan berkala atau pemeriksaan konstruksi.

Jasa/pekerjaan yang diberikan oleh arsitek pada intinya adalah memberikan layanan perencanaan/perancangan sejak tahap konsep sampai dengan penyerahan dokumen pelaksanaan. Layanan-layanan tersebut adalah sebagai berikut:

Layanan pendahuluan: Layanan ini adalah jasa/pekerjaan yang dilakukan sebagai pendahuluan sebelum dan agar layanan utama jasa arsitek dapat dilakukan dengan baik.
Layanan utama: Layanan utama ini merupakan pekerjaan perencanaan perancangan arsitektur dan pengelolaan proses pembangunan yang dilakukan dalam beberapa tahapan pekerjaan. Lihat posting saya tentang hasil karya arsitek.
Layanan tambahan: Apabila dibutuhkan oleh pemberi tugas maka arsitek dapat melakukan layanan tambahan yang merupakan tugas untuk melengkapi tugas-tugas yang lain.
Layanan khusus: Apabila dibutuhkan oleh pemberi tugas maka layanan khusus dapat diberikan untuk tugas antara lain:
– Perencanaan kota/daerah/regional
– Perencanaan perancangan pelestarian
– Perencanaan perancangan tata ruang dalam/interior design
– Bertindak sebagai penasehat
– Manajemen konstruksi
– Manajemen proyek
– Pengawasan terpadu

[4]

Kesiapan berpraktik juga harus mengetahui dan memegang teguh Kode Etik dan Kaidah Tata Laku arsitek. Kode etik dan kaidah tata laku arsitek IAI secara ringkas adalah terdiri dari Mukadimah, 5 Kaidah Dasar, 21 Standar Etika dan 45 Kaidah Tata Laku. Kaidah Dasar tersebut mengatur arsitek tentang Kewajiban Umum, Kewajiban terhadap Masyarakat, Kewajiban kepada Pengguna Jasa, Kewajiban kepada Profesi dan Kewajiban terhadap Sejawat. Kaidah-kaidah Dasar ini diuraikan melalui Standar Etika dan Kaidah Tata Laku.

Okay, itu tadi artikel singkat tentang prasyarat melakukan praktik arsitek. Next time insyaAllah akan saya posting hal-hal berkaitan dengan bagaimana bekerja di biro arsitek, tentang cara mendapatkan proyek, tentang memulai biro sendiri, dan sebagainya …



4 Responses to “praktik sebagai arsitek”

  1. 1 one_d

    okay banget tulisannya, kapan neh di postingkannya bagaimana bekerja di biro arsitek, tentang cara mendapatkan proyek, tentang memulai biro sendiri, dll. kita tunggu

  2. 2 e

    terima kasih sudah mampir ke warung saya .. sering-sering aja mampir supaya tahu kalau tulisan yang diminta sudah di-posting😉

  3. 3 Blair

    Saya tunggu postingnya artikel tentang, “Bagaimana bekerja di biro arsitek? Tentang cara mendapatkan proyek? dan Tentang memulai biro sendiri? Terima kasih

    • 4 e

      maaf saya terlambat memberikan tanggapan. insyaAllah akan posting tentang tiga hal pokok yang terkait dengan pertanyaan anda: (siapa) sosok arsitek (itu), (bagaimana) mendapatkan proyek, dan tentang biro arsitek. salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: