industri kreatif

09Mar08

Dulu, sudah lama banget, saya pernah kagum pada senior saya. Dia datang ke kantor tempat saya bekerja dan bilang “saya bikin perusahaan baru, namanya Mota Modul”. Belakangan, baru tahu kalau itu singkatan dari modal-otak modal-dengkul. Senior saya itu mau menyatakan bahwa dia punya kreatifitas yang ‘nggak pernah berhenti dan modal tenaga saja, tapi ‘nggak punya dana. Jadi, mesti kerja keras bermodalkan otak dan dengkul supaya bisa menghasilkan uang. Ini yang bikin saya kagum, bahwa dia punya keyakinan bahwa kreatifitas itu merupakan modal yang kuat.

Sekarang, belasan tahun kemudian, kondisinya sudah berkembang dengan meluasnya keyakinan bahwa kreatifitas merupakan sebuah gerakan industri dan memacu pendapatan melalui ekonomi kreatif. Inggris merupakan salah satu tempat dimana industri kreatifnya memperoleh tempat utama dalam perekonomian negeri. Department for Culture, Media and Sport negara itu membuat definisi tentang industri kreatif sebagai industri yang berasal dari kreativitas, keterampilan dan kecakapan individu dan yang memiliki potensi untuk penciptaan kemakmuran dan lapangan kerja melalui pembangkitan dan eksploitasi kekayaan intelektual. Mereka mengakui keberadaan sektor-sektor kreatif yaitu: 1/ Periklanan, 2/ Arsitektur, 3/ Pasar Seni dan Barang Antik, 4/ Kerajinan Seni, 5/ Desain, 6/ Fashion, 7/ Film, Video dan Fotografi, 8/ Perangkat Lunak, Permainan Komputer dan Penerbitan Elektronik, 9/ Musik dan Seni Pertunjukan, 10/ Penerbitan dan 11/ Televisi dan Radio.

Belakangan ini jasa kreatif juga dituntut perkembangan jaman untuk berkarya dengan etis dan ramah lingkungan. Pada dunia arsitektur populer dengan sebutan green building atau arsitektur hijau. Baru-baru ini kalangan fashion Indonesia menyelenggarakan pementasan mode dengan tema ecochic, suatu usaha kreatif berkelanjutan yang diharapkan akan terus menghasilkan desain dan produk dari material ramah lingkungan dan bahan daur ulang.

Industri kreatif merupakan paduan antara kreatifitas dan kemampuan menjalankan dan mengembangkan usaha. Ada hubungan langsung dan keterkaitan erat antara proses dan produksi kreatif dengan manajemen kerja dan … modal usaha. Disini kita bisa melihat bahwa pembiayaan bagi usaha kreatif belum mendapat dukungan yang cukup untuk bisa berkembang dengan baik. Paradigma lama tentang bantuan keuangan masih belum berubah yaitu perlu benda penjamin (kolateral) untuk pinjaman dana yang dikucurkan. Hal ini kerap kali menyulitkan karena pelaku usaha kreatif umumnya mengandalkan “otak”-nya saja dan tidak memiliki kolateral. Oleh karena itu mereka memerlukan bantuan keuangan, bukan? Contoh lain adalah proses pengadaan konsultan perencana pada proyek-proyek pemerintah. Standarnya adalah pemenang lelang konsultan harus menyediakan jaminan pelaksanaan pekerjaan supaya bisa melaksanakan pekerjaan yang dimenanginya. Padahal mereka sudah menggunakan modal utamanya -tenaga dan keahlian-, tetapi masih harus menjamin dengan uang bahwa mereka benar-benar akan berkerja. Saya pikir harus ada terobosan yang kreatif untuk menanggulangi masalah-masalah seperti ini.



No Responses Yet to “industri kreatif”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: