17 gedung parkir berbahaya

05Apr08

Hari ini ada berita di koran, Dinas P2B DKI Jakarta menyatakan bahwa 9 gedung parkir, dari penyelidikan terhadap 140 gedung di Jakarta, dinyatakan berbahaya dan rawan kecelakaan. Tidak ada keterangan gedung mana saja yang dianggap berbahaya. Dengan demikian total gedung parkir yang tidak aman menjadi 17 dari jumlah 162 gedung yang sudah diperiksa. Salah satu alat ukur keselamatan gedung tersebut adalah dinding parapet yang harus memenuhi ketentuan antara lain, mampu menahan beban hingga 2,7 ton, ketinggian minimal 46 cm. dari lantai dan bila menggunakan struktur baja harus mempunyai angka keamanan 1,5 kali lebih kuat dari tegangan lentur yang terjadi.

Ini langkah yang baik. Pemerintah (Daerah) bertanggung-jawab memeriksa tingkat keamanan dan keselamatan bangunan gedung karena mereka yang menerbitkan Ijin Mendirikan Bangunan dan Ijin Penggunaan Bangunan. Tetapi bukankah dulu pada saat ijin bangunan diajukan juga disyaratkan adanya dokumen yang lengkap dan memenuhi syarat? Dan kalau ijin tersebut dikabulkan artinya design sudah melalui pemeriksaan arsitektur, struktur dan instalasi bangunan serta dinyatakan memenuhi syarat. Kalau sekarang dinyatakan berbahaya dan tidak memenuhi syarat, maka tentu telah terjadi penyimpangan pada pembangunannya.

Ada 4 pihak-pihak yang terlibat didalam sebuah proyek pembangunan gedung. Pemerintah Daerah (yang menerbitkan peraturan dan perijinan), Pemilik Gedung, Konsultan (perencana dan pengawas) serta Kontraktor Pelaksana (termasuk sub-kontraktor dan supplier). Seandainya dokumen perancangan sudah memenuhi syarat dan ijin bangunan diterbitkan, maka pada pelaksanaan konstruksi di lapangan konsultan pengawas mempunyai peran yang sama penting dengan kontraktor pelaksana. Pembangunan harus dilakukan sesuai dengan dokumen perancangan dan semua material yang digunakan memenuhi spesifikasi yang disyaratkan. Tetapi dari pihak-pihak ini, Pemilik Gedung bisa masuk setiap saat dan melakukan intervensi. Misalnya, minta dilakukan penghematan biaya atau percepatan penyelesaian bangunan. Hal ini kerap kali mengorbankan faktor keamanan dan keselamatan karena umumnya meliputi bagian-bagian bangunan yang tidak kasat mata.

Kalau benar terjadi penyimpangan seperti dugaan diatas, memang perlu pengkajian lebih dalam karena penyimpangan bisa terjadi pada semua pihak, baik secara bersama atau sendiri-sendiri. Dan yang paling baik, hasilnya kelak juga diumumkan secara terbuka .. paling ‘nggak supaya orang-orang ‘nggak parkir disitu sampai ada perbaikan.

salam.



One Response to “17 gedung parkir berbahaya”

  1. 1 e

    dari informasi tambahan yang diperoleh, delapan gedung yang dinilai buruk pada pengkajian tahap 1 adalah 1/ itc cempaka mas, 2/ itc mangga dua, 3/ senayan city, 4/ plaza semanggi, 5/ pasaraya grande, 6/ menteng prada, 7/ pasar inpres senen, 8/ jacc jakarta realty. kedelapan pengelola gedung tersebut saat ini sudah menyampaikan rencana perbaikan kepada dinas p2b jakarta. belum ada informasi tentang mana yang termasuk sembilan gedung buruk pada pengkajian tahap 2. pada tahun ini dinas p2b akan melakukan pemeriksaan terhadap 306 gedung.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: