identitas arsitek

22May08

selagi asik membereskan arsip lama, saya menemukan (kembali) file ini. masih cukup menarik untuk dibaca dan dibandingkan dengan alur pemikiran yang berkembang saat ini. saya lupa kapan persisnya tulisan ini dibuat, tetapi kalau melihat tokoh-tokoh yang merumuskannya, tentu bisa diduga sudah cukup lama ..

Gambar ini diperoleh dari kamus French Architecture from 11th to 16th Century, tahun 1856, oleh Eugene Viollet-le-Duct (1814-1879)

Menuju rumusan identitas arsitek

1. Batasan arsitek

Mereka yang mampu melakukan peran dalam proses kreatif menuju terwujudnya tata-ruang dan tata-masa dalam rangka pengadaan wadah kehidupan yang secara kualitatif memenuhi dimensi-dimensi tata-nilai yang hidup dalam masyarakat, tata-ekologi serta tata-lembaga dan pranata.

2. Unsur-unsur batasan

Yang dimaksud dengan mereka adalah siapa saja, terlepas dari latar belakang pendidikan, formal-informal, jabatan dalam pemerintahan atau organisasi lainnya, kedudukan dalam masyarakat dan sumber penghidupannya.

Mampu; berarti mempunyai kebiasaan atau kapasitas untuk menampilkan atau mencapai sesuatu hasil tertentu.

Melakukan peran; menjadikan dirinya sebagai pelaku dalam suatu kejadian, menjadi bagian suatu skenario.

Proses kreatif; rangkaian kejadian yang terselenggara dalam suatu konteks tertentu untuk memilih berbagai kemungkinan alternatif yang sepanjang kelangsungannya digunakan kaidah-kaidah unggul untuk selalu sampai pada keadaan baru yang serba lebih baik.

Menuju; berarti dalam pergerakan kearah atau mendekati sesuatu keadaan. Dalam pengertian ini termasuk segenap langkah-langkah yang dapat digolongkan sebagai bagian awal atau persiapan yang menunjang terjadinya proses kreatif diatas.

Terwujud; berarti menjadi kenyataan, menjadi bagian kehidupan riil bukan angan-angan saja. Disini berarti tergalangnya upaya untuk menjadikan angan-angan menjadi kenyataan.

Tata-ruang dan tata masa; adalah tatanan perwujudan yang dihasilkan oleh usaha-usaha sadar memenuhi suatu maksud atas tujuan tertentu, yang digubah menurut atau menggunakan sesuatu kaidah, aturan, pedoman, rumus atau patokan.

Dalam rangka pengadaan; dalam kaitan pemikiran, pertimbangan dan pengambilan keputusan bagi tersedianya sesuatru melalui usaha-usaha pembuatan, perubahan, perombakan, pembangunan, fabrikasi, perakitan atau penyusunan.

Wadah; sarana, tempat, lingkungan kejadian, kegiatanusaha atau proses, baik yang sepenuhnya buatan manusia maupun yang merupakan campuran atau gabungan dengan unsur alamiah.

Secara kualitatif; menurut timbangan, takaran atau tolak ukur tentang tingkatan mutu, derajat keberadaan atau pencapaian yang tak terukur, tak dapat dinilai langsung timbangan materiil absolut.

Memenuhi; sesuai dengan persyaratan atau permintaan yang dinyatakan, diharapkan atau dituntut melalui sesuatu cara tertentu.

Dimensi; besaran dan bentuk, aspek perwujudan.

Tata-nilai; tatanan aturan atau sistem tentang nilai dan penilaian bagi seseorang atau masyarakat melihat sesuatu permasalahan, bersikap, memilih, memutuskan dan bertindak. Selanjutnya aturan ini bersumber pada budaya masyarakat itu sendiri.

Yang hidup dalam masyarakat; yang terdapat, yang dihasilkan, dimiliki, dipelihara, dan dipatuhi oleh khalayak baik secara individual maupun (terutama) secara menyeluruh.

Tata-ekologi; tatanan atau tata-hubungan timbal-balik yang bersifat korelatif, kausal, siklikal atau sekuensial antara masyarakat dengan lingkungan sekitarnya, lingkungan alamiah maupun lingkungan buatan.

Tata-lembaga dan pranata; adalah segala bentuk aturan, kesepakatan antar anggota masyarakatdalam tata cara penyelenggaraan segenap aspek dan faset kehidupan, baik yang dilembagakan secara formal (peraturan perundangan) maupun yangtidak (norma dan semacamnya).

3. Uraian sintesis

Keseluruhan skenario proses pembentukan tata-lingkungan kehidupan dapat dipilah-pilahkan kedalam unsur-unsur: (1) pelaku – peran kreatif, (2) kaidah-kaidah serta aturan yang berlaku, (3) rangkaian kejadian yang berada dalam kurun suatu proses, yang bermula dari persiapan sampai tercapainya tujuan, (4) hasil akhir keseluruhan rangkaian kejadian.

Peran kreatif dapat dijalankan baik secara mandiri maupun dalam rangkaian kegiatan atau fungsi lembaga atau organisasi. Peran ini dapat dijalankan langsung, tetapi dapat juga dilakukan secara tak langsung melalui pemberian pertimbangan, pemikiran, penelaahan, perumusan, yang berakhir denagn suatu ketetapan atau keputusan yang diambil. Keputusan ini diambil secara demikian rupa sehingga tujuan untuk mencapai hasil akhir akan menjamin tercapainya solusi unggul yang serba lebih baik.

Kaidah serta aturan yang berlaku dalam masyarakat merupakan kenyataan hidup didalam mana wadah kehidupan digubah dan ditata pengadaannya atau pembangunannya dan juga diatur pemanfaatannya. Pemeran kreatif harus mengerti dan menghayati hakekat nilai kaidah dan aturan itu, untuk selanjutnya mampu menerapkan didalam berbagai kedudukan dan pandangan dalam mencari alternatif pemecahan masalah tata-lingkungan.

Rangkaian kejadian-kejadian yang secara efektif merupakan kurun proses pencapaian hasil tata-lingkungan yang merupakan wadah kehidupan cenderung semakin kompleks dan rumit. Pemeran kreatif dituntut atau diharapkan untuk dapat mengambil bagian dalam menuju atau mengarah kepada solusi tatanan yang serba unggul. Usaha pengarahan dapat dari atau melalui cara-cara yang sesuai dengan kedudukan pemeran kreatif didalam keseluruhan rangkaian proses, yang diawali dari tahap persiapan sampai pada tahap menghasilkan.

Apabila masing-masing unsur skenario dapat berperan seperti yang diinginkan, maka ada harapan terjaminnya keselarasan antara masyarakat sebagai pemakai serta tata-lingkungan sebagai wadah kehidupan idaman.

Pengertian arsitek dan arsitektur (lihat juga beberapa pengertian umum tentang arsitek dan praktik arsitektur disini) dalam kehidupan sehari-hari telah meluas penerapannya dalam konteks non-fisikal bahkan (menurut konsepsi lama) tergolong non-arsitektur. Misal “Siapa yang mengarsiteki kejadian itu?” (artinya, mendalangi, mensutradarai), atau “Arsitektur mikro komputer sangat rumit” (artinya, seluk beluk atau struktur dan tata cara bekerjanya).

Oleh Team Dewan Pertimbangan Arsitek (DPA) tentang Identitas Arsitek,
Y.B. Mangunwijaya,
Parmono Atmadi,
Sidharta,
Bondan Hermanislamet.



2 Responses to “identitas arsitek”

  1. 1 lisa

    mana pengertiannya?????

  2. .. bukannya dah jelas tuh mbak .. malah dikasih link juga ke artikel sejenis .. coba dibaca ulang sejak awal deh .. salam, e.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: