sepotong cerita dari munas iai

25Nov08

laporan pandangan mata ini ditulis oleh sejawat arsitek yang kebetulan dulu satu sekolah, jadi maklum saja kalau ceritanya banyak mengandung nama-nama dari situ. tapi gadjah -nama sejawat saya ini- menulis dengan menarik sehingga tanpa seijin dia saya taruh saja ceritanya disini. cukup bisa menggambarkan apa yang terjadi, walaupun disana-sini ada beberapa kesalahan detail. untuk itu mari kita maafkan dia …🙂

.

Melengkapi berita gembira terpilihnya salah satu alumni AR ITB Endy Subijono AR75 sebagai ketua IAI, saya mau berbagi cerita jalannya pemilihan dan Munas IAI ini. Munas IAI XII kali ini dilaksanakan di Hotel Sahid Makassar dari tanggal 18 – 23 November, tapi puncak acaranya berlangsung pada hari Jum’at dan Sabtu 21-22 November 2008. Saya dan rekan2 IAI Jakarta kira2 ber 20 orang, berangkat berbarengan pada hari Jumat pagi. Kecuali saya, arsitek gadungan…. haha…, semuanya adalah arsitek2 beneran – mostly arsitek angkatan 80-90 an – yang karya designnya bertebaran di seluruh penjuru Indonesia dan sering muncul di majalah2/buku2 arsitektur Indonesia. Sampai di Makassar jam 11 siang WIT, dan sejak dari airport itulah pembagian ‘kelompok’ dimulai, sesuai dengan kapasitas mobil jemputannya. Berhubung yang satu almamater adalah mas Arya Abieta, maka saya banyak ngobrol dengan beliau dan digolongkan sebagai arsitek senior hahaha…., bayangkan, saya dikelompokkan dengan Pak Han Awal UIAR 50an kali yaa…, Pak Ruchiyat ITBAR60an, Pak Timmi Setiawan ITB AR60an, Mas Arya ITB AR75. Sepanjang perjalanan, maka saya harus kembali mengingat keras jargon2 arsitektur yang sudah lama tidak saya ucapkan, supaya pembicaraan kami bisa nyambung. Untunglah ‘adaptasi’ dan ‘fast learner’ adalah salah satu kelebihan saya, sehingga sayapun bisa cepat akrab dengan para arsitek senior ini. Singkat cerita, kami langsung menuju tempat acara berlangsung, tanpa sempat check in istirahat di hotel Clarion tempat team kami menginap (jaraknya kira2 naik mobil 10 menit dari Sahid). Acara hari Jum’at masih seputaran dunia arsitektur yang diisi dengan seminar2 dengan materi persiapan para arsitek menghadapi disyahkannya UU Arsitektur. Saya gak akan cerita banyak, karena di milis ini toh tidak semuanya arsitek, jadi yang berminat untuk tahu, bisa baca di milis para arsitek beneran (IAI, AMI, dll). Acara hari Jumat berlangsung sampai dengan pukul 22.30 WIT.

Hari Sabtu pagi, acara dimulai pukul 08.00 WIT, yang materinya adalah tentang organisasi IAI, antara lain pertanggungjawaban pengurus lama, sidang2 komisi untuk menentukan program2 IAI ke depan, dan pemilihan ketua umum IAI. Sidang di skors sampai dua kali 30 menit, karena jumlah quorum belum tercapai. Akhirnya molor satu jam dari skedul yang ditetapkan, dan ketika acara mulai akan berlangsung. .., sejak dimulai pemilihan ketua sidang, maka dimulailah interupsi2 dan debat-mendebat. Gileee…. itu para arsitek ahli debat, hapal AD/ART IAI luar kepala..! Waktu kuliah dulu, soal debat mendebat itu sebenarnya adalah spesialisasi saya, cuma dari awal saya berjanji pada diri sendiri untuk kali ini hanya diam menjadi pengamat, and I did. Gemesss… pengin ikut ngomong, tapi saya menahan diri, hingga akhirnya saya malah sempat tidur2 ayam dua kali.

Puncaknya adalah ketika akan dimulai pemilihan ketua umum. Perdebatan mekanisme pemilihan satu putaran atau dua putaran berlangsung kira2 2 jam..!, bahkan ada 2 DPD yang walkout dari Maluku Utara 4 orang dan Kalimantan Barat 1 orang. Maksudnya begini lho.., anggota IAI itu ada kira2 11.000 orang, tapi yang punya hak pilih kira2 4.500 orang. Dari 4.500 orang itu yang telah memasukkan suara sebanyak 1300 orang. Peserta Munas yang hadir kira2 230 orang. Dan calon ketua umum ada 6 orang : 3 dari ITB, 1 dari UGM, 1 dari UNS, dan satu lagi saya lupa alumni mana. Sebagian peserta Munas menghendaki sekali putaran dihitung 1300 suara saja, yang menang langsung terpilih. Sebagian peserta lain menghendaki, dari 1300 orang itu memilih 3 kandidat terkuat, dan dari 3 kandidat itu dipilih langsung lagi oleh 230 orang yang hadir di Munas. Dua kubu ini mengintepretasikan bunyi AD/ART menurut pengertiannya masing2. Singkat kata, akhirnya disetujui pemiilhan dengan 2 putaran. Jam 11.00 WIT, verifikasi dan penghitungan 1300 suara putaran pertama dimulai. Putaran pertama selesai jam 1 pagi, dengan hasil sesuai urutan : Endy Subijono ITB AR75, Bambang Barata ITB AR75 dan satu calon dari UGM. Jam 1.15 pemilihan putaran kedua oleh 230 orang peserta Munas dimulai. Saya sungguh salut dengan komitmen para sesepuh arsitektur such us : Pak Yuswadi Saliya, Pak Han Awal, Pak Hoemar Tjokro, Pak Warman Anwar, Pak Zachri Zunaid, Pak Tutun Suntana dll, yang berkenan tetap duduk di ruang sidang dari pagi sampai pagi dini hari lagi. Akhirnya setelah semua suara terkumpul, perhitungan suara dimulai kira2 pukul 2 pagi. Hasil perhitungan antara Endy Subijono dan Bambang Barata saling susul menyusul secara menegangkan, dan akhirnya pukul 2.20 pagi, terpilihlah Endy Subijono sebagai Ketua Umum IAI Nasional periode 2008-2011, dengan selisih suara hanya terpaut 6 suara dari Bambang Barata. Acara pemilihan ini benar2 berlangsung dengan demokratis dan legitimate, karena apapun metode pemilihannya (satu putaran atau dua putaran) Endy Subijono sudah unggul di putaran pertama, dan let say 5 orang yang WO memilih Bambang Barata, Endy masih lebih unggul 1 suara dia atas Bambang Barata. Para kandidat saling bersalaman, 5 orang wakil DPD yang tadinya WO juga masuk ruang sidang kembali, dan komit bekerjasama dibawah kepemimpinan  Endy Subijono.  Acara ditutup pukul 2.30, setelah Endy Subijono mengucapkan Victory Speech-nya.. ..

Selamat bertugas Mas Endy….!

Berhubung sudah mendapat approval dari anggota DEWAN ETIKA IAI, maka saya lanjutkan ceritanya.
Hari sudah berganti menjadi Minggu dini hari, tapi perhitungan putaran pertama belum selesai. Padahal menurut skedul resmi, seharusnya acara ini selesai jam 22.30 malam. Walhasil, panitia sudah kehabisan amunisi konsumsi. Masih mending ruangannya gak dimatikan AC dan lampunya oleh pihak hotel, karena sebagian ruangan ball room sedang dirubah settingannnya menjadi ruang resepsi pernikahan untuk acara lain esok hari-nya. Sambil menunggu perhitungan suara berlangsung di ball room, sebagian peserta yang sudah tidak kuat menahan lapar dan haus mulai mencari makan dan minum sendiri2. Kebetulan, karena sekali lagi saya dimasukkan dalam golongan KASEPUHAN, maka saya bermaksud mencari refreshment di Coffee Shop hotel saja. Agak malas kalau saya harus gerimis2 keluar2 hotel ke Mc D. Dan beruntunglah, sebagian dari ITB-er ternyata sudah berkumpul di sebuah meja di dalam coffee shop tersebut (btw fotonya sudah saya upload lho di facebook).

Saat saya bergabung dengan mereka, ternyata mereka sudah pada pesen minuman, dan saya gak tahu pesanan beliau2 itu apa. Saat waitress menghampiri saya (waitress yang melayani meja kami laki2), maka seperti kebiasaan saya kalau lagi haus, saya pesan segelas Draught Beer. Lalu Mas Endy bergabung belakangan, saat Mas Endy pesen kopi, ehh.., waitress yang menghampiri adalah waitress perempuan, yang membuat para lelaki di meja itu menjadi iri… hehe… kayaknya memang tanda2 kemenangan Mas Endy sudah diawali di meja ini. Akirnya, pesanan minuman keluar satu2…., Mbak Maryanti yang duduk di sebelah saya, pesan kopi panas. Saya gak tahu, apa karena sudah malem, sudah stress ndengerin debat2 seharian, Mbak Maryanti sempat mau komplain ke waitress, kok kopinya dingin. Padahal itu kopi baru dituang ke cangkir porselin tebal, dan memang porselin kan bukan penghantar panas…(sudah lupa ilmu fisika yaa.. Mbak). Jadi sebelum Mbak Mar komplain, saya pegang tekonya yang dari bahan metal, wah… puanass banget. Itu error nomer satu.

Pak Zachri yang pesan juice melon panas tanpa gula, dikirim orange juice dingin…. bayangin malam2 orang sesepuh Pak Zachri dikasih orange juice dingin, dan akhirnya ditarik kembali oleh waitress. Saat dikirimkan kembali oleh waitress, juice anget melon tanpa gula mampirnya ke Mas Didi, sementara Pak Zachri minum orange juice anget, tanpa ada komplain dari kedua belah pihak.I ni error nomer dua. Mas Didi pasti mikir… ini kok ada orange rasa melon, sementara sebaliknya Pak Zachri juga mikir, ini kok ada melon rasa orange sih… haha… Lawak banget yaa…

Kecuali saya, di meja ini adalah benar2 group yang sangat santun dan sopan, jadi saya yang cuma minum satu gelas draught beer saja diledek2in sok mau gedhe, nanti takut mabuk dst.. dst… Mungkin beliau2 kalau melihat keaslian saya di kehidupan setelah matahari terbenam, bakal tidak akan mengakui kalau saya adalah alumni AR ITB yaa… hahaha… Anyway, daripada saya dikepret melulu, saya deketin saja Pak Zachri, dan saya minta difoto berdua lengkap dengan minuman masing2 di atas meja. Menurut rekan2 di meja itu, foto kami ini membuktikan dua hal :
1. Umur dan angkatan ditentukan oleh jenis minumannya, satu draught beer dingin dan satunya juice anget
2. Yang satu menunjukkan angkatan baru mau nakal, yang satu angkatan sudah insyaf .. (jadi pasti dulunya nakal juga dong …. haha… piss yaa… Pak Zachri)

Tapi finally sepertinya pak Zachri menikmati obrolan2 kami bersepuluh, karena tiba2 ketika kami dipanggil untuk masuk ruangan untuk mengikuti pemilihan putaran kedua, Pak Zachri-lah yang nomer satu mengeluarkan credit card untuk mem-bail out seluruh menu minuman yang dipesan. Terima kasih yaa… Pak Zachri.. Sayangya kami terpaksa buru2 masuk ruangan, karena sebenarnya Pak Tutun Suntana (partnernya Pak Zachri di Team 4) juga sudah siap untuk mem-bail out menu makanan kami, karena kami masih…. lapeerrr…. !

Salam,
Gadjah 8384305



4 Responses to “sepotong cerita dari munas iai”

  1. Salam utk mas gadjah ………….. perlu sedikit klarifikasi kami dari IAI kalbar yang datang berjumlah 4 orang, dan masing2 memilih pak endi (1 org), pak bambang (1 org), pak munichy (1 org) dan bu yuke ( 1 org) ……… jadi tidak benasr semuanya utk pak bambang …….. coba cek ke panitia pemiihan bahwa surat suara kalbar terpecah menjadi 3. trims ya ………..

  2. 2 e

    saya pikir kang gadjah cuma berandai-andai, tidak mengetahui yg sebenarnya .. mari kita lihat kedepan dan menyelesaikan pe-er kita. salam, e.

  3. 3 VH. Gadjahmada

    Hahaha…., saya baru membaca kalau email saya di posting di sini. Karena Mas E dan rekan-rekan sudah berkenan ‘memaafkan’ kesalahan saya dalam penulisan detail2-nya, maka ijin pemuatan tulisan juga langsung saya berikan. Again selamat bertugas Mas E, kita selesaikan PR kita bersama-sama.

  4. 4 e

    hiyaaa .. kang gadjah terima kasih atas perijinannya ..
    mengenai ngerjain pe-er, ayo kita kerjain. mau bantu kepengurusan, ya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: