arsitektur | dulu. kini. nanti.

17Nov09

sabtu 14 nov 09 lalu ada seminar tentang arsitektur di solo. saya ingin berbagi disini butir-butir pokok yang saya sampaikan pada seminar yang juga diisi oleh pak walikota solo djoko widodo dan arsitek senior pak adhi moersid ..

Masa lalu.

Arsitektur tradisional. Tumbuh selaras bersama lingkungan alam dan irama kehidupan masyarakat sehari-hari, jauh dari bising masyarakat industri. Saat ini menjadi sumber inspirasi dunia untuk pembicaraan tentang ramah lingkungan dan kearifan lokal.

Ilustrasi yang hebat adalah arsitektur vernakular Indonesia, muncul dari ribuan pulau bersama ragam suku dan berbagai kondisi alam. Salah satu karakter arsitektur di Indonesia masa lalu adalah rumah panggung. Aman dari banjir pasang dan mendapatkan penghawaan segar melalui ruang-ruang sekeliling rumah. Atap miring melancarkan jatuhnya air hujan, dan overhang yang dalam memberikan teduh bagi pemilik. Konstruksinya diikat oleh simpul dan pasak, menjadi liat dan luwes menghadapi gempa bumi, sekaligus memberi kemudahan bongkar pasang apabila pindah lokasi. Proses pembangunan rumah penuh dengan tahapan upacara, menggambarkan kelekatan dengan tatanan sosial dalam masyakarat setempat.

Masa lalu juga sudah dipenuhi oleh pengaruh bangsa lain. Bangsa Annam dari Vietnam Utara, sejak abad 8 sebelum Masehi, berdatangan karena tekanan militer Cina. Bangsa India datang mulai abad ke 2, berniaga terutama di Jawa dan Sumatra. Pada abad ke 7 berdiri kerajaan Hindu Sriwijaya. Kemudian bangsa Cina, berdagang membawa porselen dan sutra. Lama kelamaan mendirikan pemukiman di pesisir pulau-pulau besar Indonesia, menjadi buruh, penambang, atau pedagang kelontong. Pengaruh Islam datang sekitar abad 15. Pedagang muslim dari Gujarat masuk ke Indonesia melalui Aceh, kemudian menyebar ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Akhirnya, datang bangsa Eropa. Mula-mula Portugis, kemudian Belanda, merebut dan mempertahankan sumber-sumber perdagangan sampai 350 tahun berikutnya.

Kompleksitas dalam kesederhanaan arsitektur tradisional. Ragam pengaruh yang berkembang ratusan tahun. Kearifan masa lalu yang menjadi kekayaan sekarang.

Masa lalu saat ini.

Cerita dan sejarah memperlihatkan saling pengaruh antara arsitektur lokal dan pendatang. Ada percampuran, adaptasi, asimilasi, yang justru memberi kekuatan kepada arsitektur. Ujud fisik, rupa dan ruang karya arsitektur masa lalu menjadi ukuran dan pembanding saat ini.

Kalau arsitektur lama itu bisa disebut tradisi, maka mungkin arsitektur di Indonesia saat ini disebut modern. Kalau yang lama penuh dengan ruh Indonesia, apakah yang sekarang tidak?

Awal tahun 70-an terjadi pola pembangunan besar-besaran. Pemerintah menjadi pemberi pekerjaan terbesar, dan membuat ukuran-ukuran keberhasilan berdasarkan proyek. Di pasar tersedia ribuan rumah serupa untuk kebutuhan yang tidak seragam. Terjadi perubahan tatacara dan upacara membangun.

Para pelakunya juga berubah. Arsitek diganti menjadi pemberi jasa, penyedia jasa, atau konsultan perencana. Dulu, trust-based, berganti menjadi lowest-responsible-bid. Dulu, kehormatan dan kepercayaan yang mendapat honorarium, sekarang berubah menjadi imbalan jasa.

Kemudian, terjadi arus besar globalisasi. Liberalisasi perdagangan. Bisa jadi globalisasi mengarah menuju internasionalisme, dimana arsitektur mengujud pada keseragaman. Atau eksplorasi desain demikian rupa agar bisa menjadi icon yang, bersama dengan iconic buildings lainnya, justru menjadi membosankan.

Tetapi peran utama belum berubah. Arsitektur tetap sebuah karya kreatif yang menawarkan solusi. Tinggalan masa lalu dan bangunan pusaka menjadi lebih berarti, karena mereka membuat ikatan dan menjadi materi yang bisa dipelajari. Kebiasaan, langgam gaya, ujud fisik yang mengglobal bercampur dengan budaya lokal akan menghasilkan sesuatu yang baru lagi.

Menatap masa depan.

Pengaruh pasar bebas dan tekanan internasional semakin tidak terelakkan. Para arsitek bersliweran diberbagai pojok dunia dalam mencari pekerjaan, dan sebaliknya, dimanfaatkan kreatifitas dan nama besarnya oleh para klien untuk memperkuat posisinya dalam berkompetisi. Karya-karya arsitektur saling berlomba untuk diperhatikan walaupun akhirnya lebih menyerupai taman hiburan yang bagus tetapi, barangkali, kurang mengesankan integritas intelektual arsitek.

Hubungan internasional dan kerja lintas batas menyebabkan perlunya pengaturan lokal. Profesi arsitek akan menjadi profesi yang harus lebih diatur. Regulated profession. Saat ini sudah dimulai melalui pengaturan pengakuan kesetaraan di lingkungan negara-negara Asia Pasifik (APEC Architect) dan ASEAN (ASEAN Architect). Untuk bisa bertahan dan berkembang, arsitek Indonesia harus kompeten dan kompetitif.

Pada arsitektur muncul tekanan baru yang kompleks dan lintas keahlian. Kepadatan penduduk, kelangkaan sumber daya alam dan perubahan iklim. Ini bukan gaya sesaat, tetapi akan menjadi cara hidup baru. Saat ini status rancangan arsitektur ramah lingkungan mungkin masih berada dalam tataran etika daripada dalam tataran ilmu pengetahuan. Perubahan gaya hidup dan sikap terhadap lingkungan adalah penting, tetapi pengembangan keahlian berdasarkan riset dan ilmu pengetahuan (knowledge based in sustainable design) tidak kalah pentingnya.

Arsitektur akan menemukan jalannya. Bangunan pusaka tetap harus tumbuh bersama masyarakat. Memberi manfaat bagi masyarakat sekelilingnya. Menjadi bagian yang ikut berkembang bersama fungsi-fungsi baru didalamnya. Ini tantangan yang harus dimenangkan oleh arsitek(tur). Kualitas arsitektur yang berjiwa lokal hasil menekuni jalinan kebudayaan lokal dan pengaruh dari luar. Karya-karya yang kemudian akan membedakan kota-kota kita kelak, yang tumbuh berdasarkan budaya berarsitektur kita sendiri, dengan kota-kota dunia lainnya.



No Responses Yet to “arsitektur | dulu. kini. nanti.”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: