trowulan | sayembara arsitektur

04Jan10

kegiatan ini merupakan kerjasama antara ikatan arsitek indonesia (iai), ikatan ahli arkeologi indonesia (iaai) dan departemen kebudayaan dan pariwisata (depbudpar), untuk menjawab kasus perancangan pusat informasi majapahit (pim) beberapa waktu yang lalu. seperti telah diketahui, proses perancangan terdahulu mempunyai masalah, setidaknya, tentang tatacara penetapan arsitek, proses perencanaan yang terjadi, dan proses pelaksanaan di lapangan.

situs trowulan

menetapkan arsitek melalui seleksi sayembara dianggap salah satu cara yang paling fair, transparan dan fokus kepada agenda perencanaan. oleh karena itu cara ini yang dipilih untuk perencanaan baru pim. perencanaan pim ini sendiri meliputi dua hal pokok, yaitu perencanaan masterplan, meliputi wilayah seluas kira-kira 10 ha, dan perancangan museum terbuka, yaitu mewadahi proses penggalian arkeologi yang berjalan di lapangan.

pengalaman pahit pada perencanaan pim terdahulu dijadikan pedoman, dimana pola perencanaan diatas situs dan pembangunan di atas lokasi penggalian dianggap tidak benar. oleh karena itu, pada perencanaan master plan ini telah disiapkan lokasi yang dianggap steril secara arkeologis sebagai lokasi proyek, sedangkan untuk bangunan museum terbuka harus diusulkan bangunan sedemikian rupa sehingga tidak merusak situs/penggalian yang ada dan yang akan datang.

dua hal lain yang dijadikan pedoman pada penjurian adalah potensi pada hasil perancangan untuk membawa pim hidup dan tumbuh berkembang bersama masyarakat sekeliling, dan munculnya ruh indonesia pada perencanaan dan perancangan. penjurian satembara ini telah dilakukan pada pertengahan desember 2009 di surabaya.

para juri (berdasarkan abjad: endy subijono, goenawan mohamad, josef prijotomo, mundardjito, oesrifoel oesman, slamet wirasonjaya, suleman) akhirnya bersepakat memenangkan andi siswanto & tim (semarang) dan yori antar & tim (jakarta) masing-masing untuk perencanaan masterplan dan perancangan museum terbuka. jumlah karya yang masuk ke panitia adalah 12 untuk perencanaan masterplan dan 15 untuk perancangan museum terbuka. daftar pemenang lengkap berikut gambar dan foto saya kira akan diinformasikan oleh panitia sayembara secara terbuka.

catatan singkat saya untuk karya kedua pemenang:

perencanaan masterplan:
[+]
– direncanakan sesuai dengan tor yaitu hanya di area steril
– pola sirkulasi pada tapak cukup jelas
– menggunakan langgam arsitektur lokal
– ujud bangunan yang familiar dan mudah dikenali
– ada pusat kegiatan sehingga mudah orientasi
[-]
– agak terlalu ramai dengan massa bangunan sehingga bernuansa festival
– tidak berkait dgn berbagai obyek di lingkungan sekitar (candi tikus, kedaton, lantai segi enam, dsb)

perancangan museum terbuka
[+]
– menggunakan space frameĀ  sehingga modular dan relatif mudah diperluas
– relatif ringan sehingga memudahkan pembngkaran dan pemasangan
– tidak memerlukan pondasi dalam
– cukup fleksibilitas dalam menambahkan pedestrian di berbagai level
– potensi penggunaan pelapis dinding/screen yang menarik
[-]
– perlu disempurnakan sehingga benar-benar tidak memerlukan pondasi
– perlu pertimbangan terhadap gaya angkat angin setempat yang cukup besar



No Responses Yet to “trowulan | sayembara arsitektur”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: