tanah abang | bangunan runtuh

07Jan10

akhir tahun lalu jakarta ditandai dengan runtuhnya bangunan tambahan di pusat grosir pasar metro tanah abang. untuk para ahli perancang bangunan -arsitek, struktur bangunan, mekanikal, elektrikal- hal ini, sekali lagi, menjadi tamparan yang sangat keras. kalau dilihat dari skala bangian bangunan yang ditambahkan, relatif kecil dibandingkan luas lantai keseluruhan. tetapi seberapa kecilpun, dengan alasan apapun, tidak seharusnya diperlakukan dengan sembrono dan ceroboh. tetap harus memenuhi segala persyaratan perancangan bangunan. apalagi kalau menyangkut pada tipe bangunan publik seperti pasar tanah abang.

artikel di harian kompas dapat dilihat [disini]

foto: bangunan apartemen runtuh di cina – sumber foto: internet

awal tahun ini muncul pernyataan gubernur jakarta tentang pembentukan tim independen. tim ini pada dasarnya adalah tim pengawasan, yang akan bekerja sejak pembuatan izin bangunan sampai bangunan berdiri. anggota tim ini disebutkan akan terdiri dari para profesional dari berbagai bidang keahlian.

bukan gagasan yang buruk, tetapi, sekali lagi, menunjukkan inkonsistensi dan ketidak-percayaan pada sistem yang ada. bukankah jakarta sudah mempunyai berbagai kedinasan yang mengurusi sejak izin membangun sampai izin layak pakai? kalau ada bangunan yang runtuh, belum tentu disebabkan oleh buruknya sistem pengawasan yang ada. mungkin saja karena ada penyimpangan oleh oknum didalam sistem itu sendiri, atau karena sistem (pengawasan lapangan, misalnya) tidak berjalan sebagaimana mestinya.

tanpa bermaksud merendahkan gagasan mendirikan tim independen, sesungguhnya jakarta memiliki para ahli profesional lebih dari cukup. gubernur harus bisa memanfaatkan para ahli ini dengan menekankan mereka terus bekerja secara profesional dan mempunyai tanggung jawab membantu gubernur mengawasi pekerjaan. bukankah setiap proyek di jakarta harus mengurus imb, dan setiap pengurusan imb harus ada ahli bersertifikat yang bertangung-jawab? peran dan kewajiban ini yang seharusnya diberikan penuh kepada para profesional. seandainya hal ini bisa berjalan (seperti banyak contoh baik dan tertib di negara lain), maka serta merta gubernur akan mempunyai sangat banyak kaki-tangan untuk menjaga ketertiban pembangunan. tidak perlu mendirikan tim independen. para profesional itu, yang memang biasanya bekerja secara independen dengan keahliannya, sesuai dengan peran dan kewajibannya, tentu layak memperoleh honorarium yang pantas. tanpa dimintai sumbangan atau dikorup. dengan demikian mereka tetap dapat bekerja sehari-hari tanpa konflik kepentingan.

hal tersebut diatas bukanlah hal baru. sesungguhnya hanya mengingatkan bahwa masing-masing peran seharusnya menjalankan saja hak dan kewajibannya seperti yang seharusnya. kalau ini bisa terujud, banyak sakit kepala akan hilang ..



No Responses Yet to “tanah abang | bangunan runtuh”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: