bambu!

23Apr10

bambu memang luar biasa dan sudah sangat dikenal .. ada banyak sekali sumber tentang bambu di internet; berikut ini saya letakkan beberapa foto arsitektur dan konstruksi bambu dari berbagai pelosok dunia ..



8 Responses to “bambu!”

  1. Bismillah …
    Salam kenal
    hebat ! Saya suka bambu …ini bahan bangunan masa depan …. ramah lingkungan dan mudah terbarukan …

  2. 2 e

    ya, bambu memang luar biasa. terima kasih sudah mampir dan salam kenal juga, e.

  3. 3 agung

    salam kenal p’ endi
    bambu memang fenomenal yah.. dan sangat menarik utk digali lagi dan lagi… bapak tau komunitas pencinta/penelitinya di jabodetabek? khususnya bambu sbg bahan bangunan.

  4. 5 e

    @agung: wah, maaf, saya tidak tahu apakah ada komunitas itu di jabodetabek. mungkin bisa googling dulu, atau cari kontak melalui komunitas bambu di jogja atau bali? salam, e.

  5. 6 eka

    bambu bisa diharapkan sebagai pilihan untuk bahan bangunan baik pada saat ini ataupun di masa depan,bambu lebih kuat tarik dari baja tetapi yang harus diperhatikan adalah keawetannya dan harus ada perlakuan khusus sebelum digunakan

  6. 7 e

    Rumah Bambu Bawa Jatnika ke Mancanegara
    Jodhi Yudono – Kompas, 14 Jan 2011

    Bambu yang identik dengan kemiskinan tidak disangka mampu membawa Jatnika, pria asal Desa Cikidang, Sukabumi, Provinsi Jawa Barat melanglang ke berbagai negara.

    Dari kelihaian tangannya, bambu yang sering dipandang sebelah mata oleh segelintir orang mampu disulap menjadi berbagai barang yang bernilai seni tinggi seperti alat musik, perabotan hingga rumah bambu khas Jawa Barat.

    Rumah bambu inilah yang membawa ayah enam anak ini ke Malaysia, Brunei Darussalam hingga Dubai. Sementara berbagai kerajinan seperti perabot dari bambu juga diekspor hingga ke Spanyol dan Taiwan.

    Berbekal ilmu seni Karawitan Parahyangan dan kerajinan bambu sejak masih kanak-kanak yang didapat turun-temurun dari orang tuanyalah, maka Jatnika mampu menghasilkan arsitektur rumah yang berkelas dan diminati warga asing.

    “Pelajaran arsitektur rumah bambu saya dapat dari orang tua secara turun-temurun, bukan di Institut Teknologi Bandung (ITB) atau universitas lainnya,” kata pria yang hanya mengecap pendidikan dasar itu.

    Dengan pengolahan yang tepat dimulai dari penebangan batang bambu hingga perendaman dengan resep rahasia agar bambu lebih awet, rumah bambu mampu bertahan hingga 30 tahun.

    Rumah bambu semakin diminati karena banyak keunggulan yaitu bahannya mudah didapat dan bambu bisa bertahan hingga lebih 20 tahun. Di samping itu konstruksinya kokoh tahan gempa dan karakteristiknya menarik.

    Sebanyak 3.500 unit rumah bambu sudah dibuat bersama pengrajin bambu lainnya antara lain rumah kebun di Bogor, rumah peristirahatan di Puncak, Pelabuhan Ratu bahkan Malaysia, rumah makan di Jakarta, rumah tinggal, landscape, gasebo, masjid bambu, mushalla dan lainnya.

    Dari bambu tersebut, Jatnika berhasil menyekolahkan ke enam anaknya bahkan dua di antaranya hingga ke perguruan tinggi.

    Selain menjadi pengrajin bambu, Jatnika juga dipercaya sebagai Ketua Harian Yayasan Bambu Indonesia, yang didirikan sejak 1994 oleh mantan wakil presiden Try Sutrisno.

    Dengan yayasan yang dipimpinnya, Jatnika berupaya untuk melestarikan tanaman bambu yang saat ini beberapa jenis bambu endemik mulai sulit ditemukan.

    Dari sekitar 154 jenis bambu yang ada di Indonesia, 37 jenis di antaranya khususnya di Provinsi Jawa Barat mulai langka karena kurangnya kepedulian dan pelestarian.

    Manfaat bambu

    Selain sebagai bahan bangunan, bambu juga memiliki banyak manfaat dan keunggulan dari segi sosial, ekonomi maupun n budaya.

    Mulai dari pemenuhan bahan pangan yang memanfaatkan bambu muda atau rebung, peralatan rumah tangga, dan perabotan.

    Selain itu juga dapat dibuat aneka kerajinan mulai dari cinderamata, mebel, tas, topi, kotak serbaguna hingga alat musik seperti suling, kecapi bahkan hingga terompet. Bambu juga dapat digunakan untuk mendukung acara-acara kebudayaan.

    Fungsi yang paling penting dari segi konservasi, bambu sangat efektif untuk reboisasi wilayah hutan terbuka dan gundul akibat penebangan serta lahan kritis di sekitar sempadan sungai. Bambu berguna sebagai penahan erosi.

    Bambu mempunyai fungsi ekologis yang tinggi di antarnya sebagai pengikat tanah dan air sehingga dapat menahan longsor.

    “Serumpun bambu sejuta manfaat, itulah tujuan utama Yayasan Bambu Indonesia dan saya pribadi untuk terus melestarikan bambu,” ujar Jatnika.

  7. 8 e

    Teduh Nyaman Rumah Bambu
    Mawar Kusuma – Kompas, 8 Mar 2011

    Gerah dan panas sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju Cibinong, Kabupaten Bogor, langsung sirna begitu memasuki kawasan Yayasan Bambu Indonesia. Semilir angin bertiup di antara keteduhan rumpun bambu.

    Tubuh terasa nyaman begitu duduk lesehan di gazebo ataupun rumah-rumah bambu. Tak heran, cukup banyak konsumen berupaya membawa pulang kesejukan itu dengan membangun rumah bambunya sendiri.

    Sejak tahun 1985, pengelola Yayasan Bambu Indonesia, Jatnika Nanggamiharja, telah membangun lebih dari 3.000 rumah bambu di seluruh Indonesia. Permintaan ekspor knock down atau rakitan rumah bambu dari luar negeri pun terus mengalir, khususnya dari Malaysia, Brunei, dan Arab Saudi.

    Jatmika mengaku sampai kewalahan dan menolak permintaan ekspor rumah bambu karena maksimal hanya bisa membangun dua rumah bambu kualitas nomor satu per tahun. Lamanya proses pembuatan rumah terkait pemilihan bahan baku rumah bambu berkualitas tinggi yang bisa memakan waktu hingga enam bulan.

    Bambu rakitan yang dikirim ke Malaysia, antara lain, terdiri dari bambu betung, bambu gombong, bambu tali, dan bambu hitam yang sudah mengalami pengawetan di Bogor. Pembangunan tiap rumah dilakukan tenaga ahli dari Indonesia dan biasanya membutuhkan waktu pembangunan sekitar tiga bulan per rumah.

    Di dalam negeri, pembangunan rumah bambu terus menjadi tren untuk digunakan sebagai kediaman pribadi, ruang pertemuan, hingga masjid dan pesantren. Bambu sanggup memberi citra rumah rakyat yang ramah lingkungan dan mudah dirawat. Dengan proses pengawetan yang benar, bambu tidak mudah rusak oleh cuaca atau serangan rayap dan bubuk.

    Modern

    Rumah bambu biasanya dibuat tidak terlampau besar, tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia modern. Rumah bambu yang ditempati Jatnika dan keluarganya memiliki empat kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dua kamar mandi, serta teras di depan dan belakang rumah.

    Bahan utama rumah ini menggunakan bambu pilihan, seperti bambu betung, bambu gombong, bambu tali, dan bambu hitam, berdiameter 12 cm hingga 20 cm. Setiap bambu diikat tali ijuk dengan 10 macam ikatan. Tali ijuk tak hanya berfungsi memperkuat bangunan, tetapi juga memberi sentuhan keindahan.

    Dinding rumah dibuat dari anyaman bambu, sedangkan lantainya menggunakan pelapis alas bambu yang disebut palupuh. Sementara bentuk atap bergaya garuda ngupuk dengan genteng ringan. Selain rumah pribadi Jatnika, kawasan Yayasan Bambu Indonesia di Bumi Cibinong Indah ini juga ditumbuhi rumah bambu bagi para perajin, mushala, gazebo, dan rumah tamu.

    Rumah bagi tamu dibuat berukuran luas 42 meter persegi. Rumah mungil ini terdiri dari ruang tidur yang menyatu dengan ruang duduk serta kamar mandi dalam. Para tamu biasa berkumpul di teras bagian depan. Dengan perawatan yang baik, rumah bambu bisa tahan hingga lebih dari 20 tahun.

    Rumah bambu juga dikenal unggul karena tahan terhadap gempa. Agar tidak mudah diterbangkan angin kencang, konstruksi rumah bambu diperkuat dengan struktur beton di bagian dasar. Untuk melindungi rumah bambu dari genangan air di sekitar rumah ketika hujan, sebagian dinding rumah bisa dipadukan dengan dinding batu bata setinggi lebih kurang satu meter.

    Di lingkungan taman yang ditumbuhi rumpun aneka jenis bambu, Jatnika juga meletakkan mushala dari bambu. Mushala berukuran luas 11 meter persegi ini dibuat sangat praktis dan sekaligus dapat difungsikan sebagai bangunan taman dan tempat istirahat.

    Jenis bambu

    Kekuatan konstruksi rumah bambu sangat bergantung pada jenis tanaman bambu yang digunakan serta sistem penyambungan konstruksinya. Konstruksi utama bangunan harus dibuat dari bambu betung, bambu gombong, dan bambu tali. Sementara jenis bambu lain, seperti bambu hitam, bambu trutul, dan bambu kuning, hanya dimanfaatkan untuk dekorasi.

    Bambu betung yang digunakan untuk konstruksi tiang jangan sampai terlalu tua. Sebaliknya, bambu gombong untuk struktur kuda-kuda dan bambu tali untuk struktur usuk harus berusia lebih dari sepuluh tahun. Ciri-ciri bambu tua antara lain akar sudah berjumlah sepuluh ruas, warna mulai kuning dan ditumbuhi jamur yang menandakan sudah keluarnya zat gula.

    Kebanyakan rumah bambu tradisional Jawa Barat menggunakan atap dasar pelana dengan sayap atau sorondoi menghadap arah timur dan barat agar tempias hujan dan sinar matahari tidak langsung mengenai dinding. Bentuk atap rumah bambu sangat beragam, seperti tagog anjing (sayap panjang di bagian belakang), garuda ngupuk (sayap ujung pendek), dan julang ngapak (tinggi bersusun).

    Saat ini, bentuk atap yang paling banyak digunakan adalah modifikasi atap garuda ngupuk dan julang ngapak dengan penambahan anak atap atau atap tinggi bersusun. Bahan penutup atap bervariasi dengan aneka pilihan, seperti jerami atau ilalang, ijuk atau daun nipah, hingga genteng tanah.

    Dikembangkan dari rumah tradisional Jawa Barat, rumah bambu akan semakin nyaman dinikmati jika dipadukan dengan material alam lain, seperti batu alam dan suara gemericik air. Apalagi, pilihan model rumah bagi konsumen pun sangat beragam. Saat ini saja sudah tersedia 41 model rumah tradisional Jawa Barat.

    Keunikan karakter bambu, jenis bambu, dan ukuran bambu mampu memberikan banyak inspirasi dan inovasi untuk berkreasi dalam pembuatan rumah bambu. Semuanya tentu saja demi menambah kenyamanan si empunya rumah …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: