urun rembug (lagi) untuk iai

31Jan12

IAI dan Key Performance Index.

Membenahi IAI tidak mudah. Dalam usaha untuk bisa melangkah lebih maju, saya ingin urun rembug (lagi) dan memberikan pendapat supaya IAI dapat menyegarkan diri dan meningkatkan kemampuan berorganisasi, baik di tingkat kepengurusan nasional maupun daerah dan cabang. Sebuah artikel dari internet menjadi sumber dalam menulis usulan ini.

Saat ini seolah-olah organisasi IAI tergantung pada siapa yang memimpin dan tidak bisa mengandalkan pada sistem dan Standard Operation Procedure (SOP) yang ada. Hal ini mungkin karena sistem dan SOP yang belum matang, atau mungkin karena SOP tidak menggunakan indikator kinerja, atau ukuran keberhasilan, layaknya seperti yang dilakukan oleh perusahaan komersil.

Indikator kinerja ini lazim dikenal dalam manajemen organisasi sebagai Key Performance Index. Karena sifatnya sebagai performance, maka rumusannya melibatkan kompetensi dan sistem. Kalau Performance adalah Kinerja, maka Kinerja = Kompetensi + Sistem.

Kompetensi dapat diurai menjadi dua bagian yaitu hard competence dan soft competence. Hard competence terdiri dari knowledge dan skill, sementara soft competence terdiri dari self concept, value, motive dan character. Sedangkan Sistem adalah satu kesatuan utuh dalam organisasi dan biasanya tercermin melalui struktur organisasi.

Untuk menunjang usaha menuju keberhasilan, kedua aspek tersebut (Kompetensi dan Sistem) harus ada bersama-sama dan tidak dapat dipisahkan. Keberhasilan kinerja merupakan gabungan dari keduanya, dan meniadakan salah satu aspek akan mengakibatkan kinerja tidak optimal.

Pertanyaan yang mendasar adalah, aspek mana yang paling besar kontribusinya pada kinerja? Organisasi dapat menganalisanya melalui beberapa alat seperti antara lain kuesioner, observasi dan wawancara.

Secara sederhana, SOP adalah a clearly written description of how a particular task is to be performed. Jadi memang SOP digunakan untuk pencapaian kinerja. Dan untuk pencapaian kinerja tentu akan melibatkan ukuran-ukuran (measurements). Ini yang lazim disebut Key Performance Index, yaitu sebuah performance metric yang secara jelas terkait dengan sasaran strategis organisasi. Index ini harus mampu mendorong organisasi menerjemahkan strateginya kedalam terminologi yang bisa dikuantifisir. Apabila tidak bisa dikuantifisir berarti bukan performance index.

Kesimpulannya, saya pikir sudah saatnya IAI mempunyai Key Performance Index untuk mengukur keberhasilan menjalankan program kerja sesuai apa yang direncanakan sebelumnya. Menjadi organisasi profesi yang profesional.



No Responses Yet to “urun rembug (lagi) untuk iai”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: