ep06 – sayembara gedung dpr

24Aug15

setelah ramai tahun 2010-2011, tahun ini muncul lagi. pokok keramaian baru masih pada rasa ketidak-perluan dpr membangun gedung-gedungnya. tetapi karena sayembara merupakan langkah awal, maka ia tidak luput dari perhatian masyarakat.

fakta yang perlu diterima adalah bahwa jumlah anggota dpr berikut tenaga-tenaga ahli pembantunya memang bertambah banyak. ini tentu saja memerlukan ruang kerja yang memadai. masalahnya, apakah kebutuhan tambahan ruang ini sudah dibandingkan dengan (jumlah dan luas) ruang yang ada? bila sudah, data ini perlu diberitakan dengan baik. bila belum, maka, seperti yang saya sampaikan beberapa tahun lalu, perlu dilakukan pemetaan dan ketersediaan ruang. data ini menjadi amat penting, karena, dalam sayembara, peserta bisa diminta untuk melakukan efisiensi penggunaan ruang dan tidak serta merta menganggap seluruhnya dirancang sebagai bangunan baru.

sayembara sendiri merupakan sebuah cara yang amat baik. mekanismenya merupakan sebuah proses yang terbuka, sehingga pertanggungjawaban pada publik dapat diikuti setiap saat. sayembara juga merupakan salah satu cara memilih karya, atau arsitek, yang ada landasan hukumnya (perpres 70/2012 dan perka lkpp 6/2012).

dalam konteks etika arsitek, peserta sayembara sepatutnya bertanya tentang hal tersebut diatas.



No Responses Yet to “ep06 – sayembara gedung dpr”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: