ep15 – sayembara vs ska

29Mar16

syarat mengikuti sebuah sayembara desain arsitektur, apalagi kalau sayembara proyek dan bukan sayembara gagasan, adalah memiliki sertifikat keahlian (ska). tanggapan yang banyak muncul kemudian kesangsian dan pertanyaan, apakah yang tidak memiliki ska kalah kreatif dibandingkan pemilik ska?

tidak ada kesangsian bahwa semua arsitek, dan calon-calon arsitek, memiliki kreatifitas luar biasa. questionnaire kecil di luar negeri bahkan menyatakan bahwa arsitek indonesia diakui sangat kreatif. masalahnya bukan soal kreatifitas. ini adalah pertanyaan etika.

adalah sangat tidak patut kalau tidak memiliki ska dan kemudian memenangkan sayembara maka serta merta ybs. akan melanggar hukum (re: undang-undang jasa konstruksi mewajibkan semua ahli dalam jasa konstruksi wajib bersertifikat). padahal, etika profesi arsitek indonesia mewajibkan arsitek tunduk dan menjunjung tinggi hukum.

.. dan berdasarkan pengetahuan bahwa setiap sayembara akan mensyaratkan kepemilikan ska, mengapa tidak mengambilnya? bukankah hal ini sebuah keniscayaan.

etika itu, kan, pilihan personal. tidak ada paksaan. hukum, dan peraturan, apa boleh buat, mempunyai daya paksa. seperti halnya surat ijin mengemudi (sim). sepandai apapun seseorang mengemudi, bila tidak mempunyai sim maka tidak berwenang berkendara di jalan umum bukan?



No Responses Yet to “ep15 – sayembara vs ska”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: