dewan arsitek indonesia

03Feb17

Di dunia profesi sudah dipahami bahwa seseorang diuji dan dinyatakan menjadi ahli oleh sesama ahli di bidang tersebut. Ini prinsip peer group. Melakukan peer review terhadap sesorang yang akan memasuki profesi dan praktik dalam bidang keahlian tertentu. Cara melakukan review bisa bermacam-macam, antara lain melalui ujian tertulis, ujian lisan sampai diminta melakukan presentasi terbuka.

Dengan pemahaman tersebut maka juga dapat dipahami bahwa seseorang patut melalui proses review untuk menjadi arsitek, di hadapan kelompok arsitek yang terpilih menjadi penguji.

Kelompok arsitek terpilih tersebut lazimnya dikenal sebagai Board of Architects atau Council of Architects. Kalau di Indonesia mungkin menjadi Dewan Arsitek atau Konsil Arsitek.

Perlu dipahami pula bahwa bila seseorang telah selesai pendidikan arsitektur, maka ia belum sepenuhnya dinilai siap untuk berpraktik sebelum diuji kemampuannya oleh dewn atau konsil arsitek. Selesai pendidikan bisa berarti dinilai sudah menguasai ilmu pengetahuan tentang arsitektur, tetapi belum memahami berbagai hal lain yang akan dihadapi pada saat berpraktik.

Cara yang lazim di dunia praktik arsitektur adalah melalui proses magang terlebih dahulu. Proses ini merupakan “jembatan” pengantar dari dunia akademis masuk ke dunia praktik.

Setelah menjalani proses magang maka ia dinilai sudah menguasai berbagai hal dasar untuk berpraktik, dan layak untuk ikut ujian di hadapan dewan atau konsil.

Dengan latar belakang proses seperti di atas, maka tidak bisa diabaikan keberadaan dewan atau konsil arsitek sebagai kelompok independen yang akan menguji seseorang menjadi arsitek. Maka dapat pula diterima bahwa, selain sosok arsiteknya, kehadiran dewan atau konsil arsitek menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses menjadi arsitek. Dua hal ini menjadi ruh pengaturan profesi arsitek. Dengan demikian maka kedua hal ini menjadi satu keharusan yang diatur melalui undang-undang arsitek.

 

Advertisements


One Response to “dewan arsitek indonesia”

  1. 1 e

    Dewan Arsitek Indonesia merupakan kelompok ahli, sebagai perwakilan masyarakat arsitek untuk menguji dan menyatakan seseorang layak menjadi arsitek (prinsip peer group dan peer review dalam dunia profesi).
    Dewan Arsitek Indonesia akan merupakan lembaga mandiri yang terdiri sekurang-kurangnya diusulkan terdiri dari 9 (sembilan) orang pimpinan dibantu oleh Sekretariat Dewan. Unsur-unsur pimpinan didominasi oleh kalangan profesi, dengan proporsi 5 orang unsur profesi/praktisi, sebanyak-banyaknya 2 orang unsur pemerintah, sebanyak-banyaknya 2 orang unsur pendidikan tinggi arsitektur, dan 1 orang pakar/tokoh masyarakat.

    Dewan Arsitek menjadi sangat diperlukan karena:
    (1)
    Membantu pemerintah dalam pengaturan tenaga arsitek untuk kepentingan pembangunan negara, khususnya pada bidang arsitektur dan lingkungan binaan.
    (2)
    Menjaga kompetensi arsitek Indonesia dan memberi “jaminan” kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan jasa arsitek yang kompeten.
    (3)
    Melindungi arsitektur Indonesia dan menjaga arsitektur lokal, serta mengangkatnya ke kancah dunia sebagai keunikan dan keunggulan arsitektur Indonesia. Di dalam negeri, memperkuat arsitektur lokal daerah sebagai wujud ragam kekayaan arsitektur dan budaya Indonesia, yang secara langsung dapat mendorong peningkatan pariwisata.
    (4)
    Keberadaan Dewan Arsitek adalah kelaziman di dalam Undang-Undang Arsitek manca negara (umumnya dikenal dengan nama Board of Architects), yang selain bertugas menetapkan seseorang menjadi arsitek, juga mengatur dan mengawasi praktik arsitek asing, dan mewakili negara di hubungan internasional dalam ranah arsitektur dan lingkungan binaan.
    (5)
    Mewujudkan rasa percaya diri dan kesetaraan dalam hubungan internasional dengan mempunyai perangkat profesi yang lazim dan sesuai dengan standar internasional. Secara indvidual, mewujudkan secara legal kesetaraan arsitek Indonesia dengan rekan-rekan seprofesinya di dunia.
    (6)
    Dewan Arsitek Indonesia dapat bekerja efisien dan tidak menduplikasi tugas serta wewenang Pemerintah maupun berbagai instansi lain. Secara prinsip Pemerintah memberi arah pembangunan nasional, roadmap-nya, dan bagaimana Pemerintah akan mendayagunakan tenaga-tenaga ahli lokalnya (termasuk arsitek), maka para tenaga ahli lokal akan menempa diri untuk memenuhi “target” pencapaian Pemerintah. Penempaan awal para arsitek melalui ujian Dewan Arsitek Indonesia, dan pengembangan keahlian secara terus menerus melalui Ikatan Arsitek Indonesia. Dengan pemahaman ini maka tidak akan terjadi duplikasi tugas dan wewenang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: