arsitek & praktik arsitektur

saya ingin menulis tentang berbagai hal disekitar pratik arsitek, sejauh yang saya alami sendiri, atau sejauh yang saya ketahui berdasarkan pengalaman arsitek lain, baik di indonesia maupun di beberapa negara lain. termasuk pula beberapa definisi atau pengertian umum tentang arsitek dan praktik arsitektur yang saya peroleh dari berbagai sumber. tentu tidak semua hal bisa saya ketahui dan tuliskan disini, oleh karena itu saya berharap tulisan ini bisa mengundang tanggapan pembaca tentang kebiasaan praktik yang diketahui.


5 Responses to “arsitek & praktik arsitektur”

  1. 1 e

    Untuk berpraktik di Indonesia, arsitek harus memiliki sertifikat keahlian. Sertifikat ini diperoleh melalui program sertifikasi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

    Program sertifikasi IAI sudah mulai dijalankan sejak tahun 2000. Mula-mula dibentuk dulu Dewan Keprofesian Arsitek (DKA-IAI) sebagai badan penyelenggara program. Kemudian IAI bersama DKA-IAI menseleksi calon untuk ditetapkan sebagai tim assessor, yaitu tim yang secara langsung melakukan assessment terhadap pemohon sertifikat. Pedoman assessment yang digunakan mengadaptasi standar kompetensi yang dikeluarkan resmi oleh Union of International Architects (UIA), ditambah penyesuaian yang diperoleh dari berbagai sumber, dan dikonvensikan melalui lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Saat ini program sertifikasi IAI secara nasional mencatat sekitar 1200 anggota sudah bersertifikat.

    Apakah program sertifikasi IAI itu?
    Secara singkat adalah: proses penilaian untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi dan kemampuan arsitek. Jadi, seorang arsitek yang memenuhi syarat dalam proses penilaian (assessment) tersebut akan diakui mempunyai kompetensi dan kemampuan berpraktek dan kepadanya diberikan sertifikat.

    Ada tiga hal pokok mengapa IAI menyelenggarakan program ini. Yang pertama adalah memenuhi persyaratan yang diminta oleh Undang-Undang no.18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi berikut Peraturan Pemerintahnya no. 28, 29 & 30 tahun 2000 (antara lain dalam pasal 9 UU no.18/1999 disebutkan: Perencana Konstruksi dan Pengawas Konstruksi orang perorangan harus memiliki Sertifikat Keahlian). Hal yang kedua adalah mempersiapkan diri dengan standard internasional untuk merintis reciprocal agreement dengan negara lain. Kelak, saat pasar terbuka bebas untuk bekerja diberbagai pelosok bumi, kita bisa dianggap sejajar untuk melakukan perjanjian dengan negara manapun dan saling mengakui kompetensi arsitek masing-masing. Hal pokok ketiga adalah yang paling penting, yaitu memberikan ‘jaminan’ kepada pengguna jasa (baca: masyarakat luas) bahwa praktisi arsitek yang bekerja memang kompeten dan bertanggung jawab atas hasil karyanya. Masyarakat luas memperoleh kepercayaan bahwa mereka dilayani oleh ahlinya.

    Sesungguhnya program ini bukan hal yang benar-benar baru untuk anggota IAI. Sejak dulu ada klasifikasi anggota biasa dan anggota profesional dalam keanggotaan IAI. Anggota profesional inilah yang dapat dianalogikan sebagai arsitek yang kompeten dan bersertifikat dalam program sertifikasi IAI. Tentu, sekarang semua anggota perlu mengikuti program sertifikasi IAI karena adanya UU no.18/1999 dan berbagai peraturan lain.

    Lantas, apakah arsitek yang belum bersertifikat tidak bisa bekerja dan tidak dianggap kompeten?
    Tentu tidak begitu. Sebagai analogi yang lain, banyak arsitek di Jakarta yang belum mempunyai SIBP tetapi tetap dapat bekerja dengan baik dan kreatif. Masalah ketiadaan sertifikat sama sekali tidak menutup kesempatan kerja. Yang membedakan adalah, pemegang sertifikat dapat bertanggung jawab langsung dan wajib menandatangani karyanya. Sedangkan yang belum bersertifikat tanggung jawabnya ‘diambil alih’ oleh perusahaan/orang lain bersertifikat tempat ia bekerja.

    Apa bedanya sertifikat ini dengan dengan SIBP/Lisensi?
    SIBP/Lisensi adalah suatu pengakuan hukum yang dikeluarkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang untuk menyatakan seorang arsitek berhak bekerja , berpraktek dan mempertanggungjawabkan hasil karyanya kepada masyarakat dalam kaitan perijinan sebagai bagian dari proses membangun. Dengan kata lain, sertifikat adalah pengakuan kompetensi yang dikeluarkan oleh IAI sedangkan SIBP/Lisensi adalah ijin untuk bekerja yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. Oleh karena itu sertifikat -yang berarti ‘tanda’ kompetensi arsitek- menjadi salah satu syarat untuk memperoleh SIBP/Lisensi.

    Sebagai informasi tambahan, program sertifikasi IAI ini dilakukan terpadu dengan program registrasi nasional Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Setiap sertifikat yang dikeluarkan IAI akan dicatatkan pada LPJK. Demikian pula dengan program sertifikasi dari asosiasi profesi yang lain. Data base para ahli jasa konstruksi ini kemudian akan dipergunakan oleh LPJK sebagai masukan utama dalam mengembangkan usaha jasa konstruksi secara nasional.

  2. 2 e

    Kumpulan ringkasan tentang pengertian tentang Arsitek dan Praktik Arsitek, diambil dari beberapa sumber.

    1. AD/ART Ikatan Arsitek Indonesia – Sept 2005

    Arsitek adalah sebutan ahli yang mampu melakukan peran dalam proses kreatif menuju terwujudnya tata-ruang dan tata-masa guna memenuhi tata kehidupan masyarakat dan lingkungannya, yang mempunyai latar belakang atau dasar pendidikan tinggi arsitektur dan atau yang setara, mempunyai kompetensi yang diakui dan sesuai dengan ketetapan organisasi, serta melakukan praktek profesi arsitek.

    Profesi Arsitek adalah keahlian dan kemampuan penerapan di bidang perencanaan-perancangan arsitektur dan pengelolaan proses pembangunan lingkungan binaan, yang menjadi nafkah serta ditekuni secara terus menerus dan berkesinambungan.

    Perencanaan-Perancangan Arsitektur adalah seperangkat kegiatan yang merupakan proses pemikiran, penyusunan program dan konsep, sampai terbentuknya karya cipta Lingkungan Binaan/ Arsitektur/ Bangunan secara menyeluruh/ holistik serta rinci dalam wujud uraian tertulis, tergambar maupun dalam wujud model trimatra sesuai kebutuhan.

    2. ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Architectural Services – Feb 2007

    Architect refers to a natural person who holds the nationality of an ASEAN Member Country and is assessed by a Professional Regulatory Authority (PRA) of any participating ASEAN Member Country as being technically, morally, and legally qualified to undertake professional practice of architectural and is registered and licensed for such practice by the Professional Regulatory Authority (PRA). ASEAN Member Countries may have different nomenclatures and requirements for this term.

    Practice of Architecture refers to the provision of architectural services in connection with urban planning and the design, construction, conservation, restoration or alteration of a building or group of buildings. Subject to the host country’s domestic regulations, these professional services include, but are not limited to, planning and land-use planning, urban design, provision of preliminary studies, designs, models, drawings, specifications and technical documentation, coordination of technical documentation prepared by others (consulting engineers, urban planners, landscape architects and other specialist consultants) as appropriate and without limitation, construction economics, contract administration, monitoring and supervision of construction and project management;

    3. UIA – May 2004

    Architect – The designation “architect” is generally reserved by law or custom to a person who is professionally and academically qualified and generally registered/licensed/certified to practice architecture in the jurisdiction in which he or she practices and is responsible for advocating the fair and sustainable development, welfare, and the cultural expression of society’s habitat in terms of space, forms, and historical context.

    Practice of Architecture – The practice of architecture consists of the provision of professional services in connection with town planning and the design, construction, enlargement, conservation, restoration, or alteration of a building or group of buildings. These professional services include, but are not limited to, planning and land-use planning, urban design, provision of preliminary studies, designs, models, drawings, specifications and technical documentation, coordination of technical documentation prepared by others (consulting engineers, urban planners, landscape architects and other specialist consultants) as appropriate and without limitation, construction economics, contract administration, monitoring of construction (referred to as “supervision” in some countries), and project management.

    4. Architect Act, California – Jan 2000

    Architect – As used in this chapter, architect means a person who is licensed to practice architecture in this state under the authority of this chapter.

    Practice of Architecture
    (a) The practice of architecture within the meaning and intent of this chapter is defined as offering or performing, or being in responsible control of, professional services which require the skills of an architect in the planning of sites, and the design, in whole or in part, of buildings, or groups of buildings and structures.

    (b) Architects’ professional services may include any or all of the following:
    (1) Investigation, evaluation, consultation, and advice.
    (2) Planning, schematic and preliminary studies, designs, working drawings, and
    specifications.
    (3) Coordination of the work of technical and special consultants.
    (4) Compliance with generally applicable codes and regulations, and assistance in the governmental review process.
    (5) Technical assistance in the preparation of bid documents and agreements between clients and contractors.
    (6) Contract administration.
    (7) Construction observation.

    (c) As a condition for licensure, architects shall demonstrate a basic level of competence in the professional services listed in subdivision (b) in examinations administered under this chapter.

    5. Architect Act, The Philippines – Mar 2004

    (1) “Architecture” is the art, science or profession of planning, designing and constructing buildings in their totality taking into account their environment, in accordance with the principles of utility, strength and beauty;

    (2) “Architect” means a person professionally and academically qualified, registered and licensed under this Act with a Certificate of Registration and Professional Identification Card issued by the Professional Regulatory Board of Architecture and the Professional Regulation Commission, and who is responsible for advocating the fair and sustainable development, welfare and cultural expression of society’s habitat in terms of space, forms and historical context:
    (a) “Architect-of-record” means the architect registered and licensed under this Act, who is directly and professionally responsible for the total design of the project for the client and who shall assume the civil liability for the plans, specifications and contract documents he/she has signed and sealed;
    (b) “Architecture-in-charge of construction” means an architect registered and licensed under this Act, who is directly and professionally responsible and liable for the construction supervision of the project;
    (c) “Consulting Architect” means the architect registered and licensed or permitted to practice under this Act, who is professionally and academically qualified and with exceptional or recognized expertise or specialization in any branch of architecture;

    (3) “General Practice of Architecture” means the act of planning and architectural designing, structural conceptualization, specifying, supervising and giving general administration and responsible direction to the erection, enlargement or alterations of buildings and building environments and architectural design in engineering structures or any part thereof; the scientific, aesthetic and orderly coordination of all the processes which enter into the production of a complete building or structure performed through the medium of unbiased preliminary studies of plans, consultations, specifications, conferences, evaluations, investigations, contract documents and oral advice and directions regardless of whether the persons engaged in such practice are residents of the Philippines or have their principal office or place of business in this country or another territory, and regardless of whether such persons are performing one or all these duties, or whether such duties are performed in person or as the directing head of an office or organization performing them;

    (4) “Scope of the Practice of Architecture” encompasses the provision of professional services in connection with site, physical and planning and the design, construction, enlargement, conservation, renovation, remodeling, restoration or alteration of a building or group of buildings. Services may include, but are not limited to:
    (a) planning, architectural designing and structural conceptualization;
    (b) consultation, consultancy, giving oral or written advice and directions, conferences, evaluations, investigations, quality surveys, appraisals and adjustments, architectural and operational planning, site analysis and other pre-design services;
    (c) schematic design, design development, contract documents and construction phases including professional consultancies;
    (d) preparation of preliminary, technical, economic and financial feasibility studies of plans, models and project promotional services;
    (e) preparation of architectural plans, specifications, bill of materials, cost estimates, general conditions and bidding documents;
    (f) construction and project management, giving general management, administration, supervision, coordination and responsible direction or the planning, architectural designing, construction, reconstruction, erection, enlargement or demolition, renovation, repair, orderly removal, remodeling, alteration, preservation or restoration of buildings or structures or complex buildings, including all their components, sites and environs, intended for private or public use;
    (g) the planning, architectural lay-outing and utilization of spaces within and surrounding such buildings or structures, housing design and community architecture, architectural interiors and space planning, architectural detailing, architectural lighting, acoustics, architectural lay-outing of mechanical, electrical, electronic, sanitary, plumbing, communications and other utility systems, equipment and fixtures;
    (h) building programming, building administration, construction arbitration and architectural conservation and restoration;
    (i) all works which relate to the scientific, aesthetic and orderly coordination of all works and branches of the work, systems and process necessary for the production of a complete building or structure, whether for public or private use, in order to enhance and safeguard life, health and property and the promotion and enrichment of the quality of life, the architectural design of engineering structures or any part thereof; and
    (j) all other works, projects and activities which require the professional competence of an architect, including teaching of architectural subjects and architectural computer-aided design;

  3. 3 toekang koentji

    Kamus Istilah Proyek, 2001
    Yudistira S.A. Soedarsono
    PT Elex Media Komputindo

    Arsitek.
    Seseorang yang dilatih khusus dan berpengalaman, yang merancang dan mengawasi pembangunan gedung serta fasilitasnya; bertindak sebagai pemimpin dan koordinator konsultan struktur, mekanikal, dan elektrikal; biasanya membutuhkan lisensi dari instansi pemerintah.

    Arsitektur.
    Secara tradisional diartikan sebagai pengetahuan dan seni yang utuh mengenai bangunan termasuk lingkungan dan kebiasaan manusia yang akan menempatinya; secara modern diartikan sebagai seni visual dan estetika dari sistem menyeluruh suatu bangunan.

  4. Salamualaikum semua….,
    sy lg cari referensi tentang Green Architecture atau sering disebut sebagai Arsitektur Hijau. Ada yang tau ngga ya…? Stahu saya arsitektur hijau adalah arsitektur yang minim mengonsumsi sumber daya alam, ternasuk energi, air, dan material, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
    Arsitektur hijau jug suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan.

    Kalo ada referensi bisa dishare di email sy ya…? terima kasih sebelumnya…

  5. Semoga UU yang di usulkan oleh IAI segera di relealisasikan, salam dari arsitek jogja


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: