sayembara design

okay, belakangan ini ada cara baru dalam pengadaan jasa konsultan arsitektur, khususnya untuk proyek-proyek pemerintah. tahapan lelang yang dilalui adalah pq dan kemudian pemasukan penawaran. konsultan yang menang diwajibkan didalam tor untuk menyelenggarakan “sayembara” pengkayaaan tampilan luar (facade, sampul, semacam itu) arsitektur bangunan. alasan yang saya ketahui, karena selama ini karya arsitektur (baca: tampilan bangunan) dianggap tidak memenuhi harapan. artinya, pada saat penetapan pemenang lelang, konsultan pemenang sudah dianggap tidak mampu menghasilkan karya yang baik. lhah, kalau begitu apa tujuan pengadaan lelang? apalagi, pada saat pq maupun pemasukan penawaran, tenaga ahli arsitektur sudah ditetapkan jumlah dan kualifikasinya. kemudian, men-sub-kan hanya sebagian pekerjaan design dalam bentuk sayembara, akan menyulitkan posisi arsitek yang nantinya menang. bisa jadi hasil karyanya tidak dipakai oleh konsultan bersangkutan karena sifatnya “hanya” pengkayaan saja. kalaupun dipakai, bagaimana status dan tanggung jawab arsitek tersebut didalam proyek itu?

pola pengadaan seperti ini agak mendekati -walaupun terbalik- dengan pola bridging architect. karena berbagai alasan (terlalu mahal untuk jasa penuh, perlu nama besar untuk dijual, perlu gagasan yang extra ordinary, dan sebagainya) pemberi tugas bisa mencari (beberapa) arsitek untuk pekerjaan preliminary design atau bahkan terbatas hanya pada conceptual design. pemberi tugas kemudian menggunakan arsitek lain (yang lebih murah, yang delivery-nya terpercaya, yang sudah dikenal baik, dan sebagainya) untuk meneruskan preliminary design sampai siap dibangun. arsitek pertama itu disebut bridging architet.

saya pikir ada banyak ketidakjelasan pada munculnya pola sayembara model tersebut diatas. kalaupun cara ini dianggap sementara, seharusnya ada blueprint yang mudah dipahami yang menggambarkan tujuan apa yang hendak dicapai.


26 Responses to “sayembara design”

  1. 1 e

    saya pikir ikatan arsitek indonesia (iai) bisa pro aktif dan bekerja secara sistematis untuk memperbaiki keadaan ini sebelum terlanjur menjadi kebiasaan salah kaprah. iai mempunyai badan penghargaan dan sayembara, baik di tingkat nasional maupun di kepengurusan daerah dan cabang, serta sudah mempunyai panduan penyelenggaraan sayembara yang baik. bahkan iai sudah berpengalaman dengan sayembara yang baik pada skala lokal, nasional maupun internasional. saya pikir sudah selayaknya pengetahuan dan pengalaman iai disosialisasikan lebih terbuka; bahkan mungkin sampai menawarkan nasehat bagi para calon penyelenggara sayembara.

    langkah pertama barangkali adalah sosialisasi internal iai sehingga setiap daerah dan cabang mempunyai pengetahuan dan persepsi yang sama tentang penyelenggaraan sebuah sayembara. kebijakan tingkat nasional bisa disepakati bersama oleh seluruh daerah dan cabang yang kemudian mereka akan menjadi ujung tombak iai menjangkau para penyelenggara dan peserta sayembara. langkah kedua, kalau dianggap perlu, secara nasional iai bisa membuat kesepakatan dengan pihak-pihak (calon) penyelenggara sayembara, dalam hal ini lembaga-lembaga pemerintah. kerap kali hal ini sangat perlu dilakukan mengingat kebiasaan lembaga pemerintah menunggu petunjuk teknis atau petunjuk pelaksanaan.

    langkah lain yang saya anggap perlu dilakukan adalah menyebarluaskan informasi mengenai penyelenggaraan sebuah sayembara arsitektur lengkap dengan teknis pelaksanaannya. langkah ini akan sangat bermanfaat untuk menghindari hilangnya kepercayaan masyarakat (arsitektur) terhadap sebuah sayembara.

  2. 2 e

    sebuah sayembara bisa menjadi cara untuk mendapatkan karya yang dianggap paling baik dan memecahkan masalah yang menjadi topik dalam sayembara tersebut, serta, yang paling penting, dengan cara yang adil dan terbuka. oleh karena itu persyaratan sebuah sayembara harus baik juga. salah satu hal yang mutlak harus diperhatikan adalah keberadaan dewan juri yang berpengalaman dan integritasnya dikenal baik. perlu diingat bahwa sebuah sayembara arsitektur tidak harus mempunyai dewan juri yang seluruhnya arsitek; tetap diperlukan keahlian lain sesuai dengan konteks dan skala sayembara tersebut. walaupun demikian, pada skala tertentu, kompetisi arsitektur ini mungkin saja hanya mempunyai seorang juri.
    tujuan sayembara harus diinformasikan dengan jelas; apakah “sekedar” mencari gagasan arsitektural, kompetisi penuh dengan kebutuhan multi displin, atau, misalnya, mencari tim pemenang untuk mengembangkan perancangan yang sudah ada.
    pada sisi lain, dilihat dari kacamata arsitek, sebuah sayembara kerap kali menjadi ajang yang menantang untuk mengasah kemampuan diri sekaligus mengetahui perkembangan arsitektur secara nyata. bahkan juga dapat menjadi cara yang terpuji untuk “naik kelas” dan (kemudian) dikenal lebih luas.
    jadi, tidak heran kalau sepatutnya sebuah sayembara arsitektur perlu didudukkan sebagai salah satu cara mencari (konsultan) arsitek, sejajar dengan cara-cara pengadaan jasa yang sudah ada.

  3. 3 e

    sebuah sayembara design juga dapat merupakan permintaan dari sekelompok masyarakat yang memerlukan fasilitas tetapi tidak mempunyai dana dan tenaga ahli. lazimnya kelompok ini membuat permintaan a la proposal kepada pihak-pihak yang dianggap mampu membantu, kemudian kelompok ini akan bertindak sebagai nara sumber sekaligus calon pemakai fasilitasnya kelak. sebagai contoh, saat ini saya sedang mengikuti sebuah sayembara terbuka men-design fasilitas kesehatan di satu desa di nepal. kelak fasilitas ini akan dipakai oleh penduduk desa bersama praktisi kesehatan setempat, selain untuk fasilitas pemeriksaan kesehatan sekaligus sebagai access point berhubungan dengan praktisi kesehatan di seluruh dunia melalui hubungan internet. penyelenggara sayembara terbuka adalah organisasi ‘architecture for humanity’ sedangkan penyandang dana adalah perusahaan komputer amd.

    hal yang unik pada sayembara ini adalah setiap peserta boleh memasukkan via internet dan berhak setiap saat mengembangkan dan memperbaiki karyanya sampai batas waktu penutupan pemasukan karya. dengan kata lain, perkembangan proses design-nya dapat diikuti melalui internet. sayembara ini akan ditutup pada tgl 15 januari 2008 kemudian diteruskan dengan proses penjurian.

  4. 4 e

    masih tentang sayembara.
    ikatan arsitek indonesia (iai) sudah mempunyai peraturan penyelenggaraan sayembara arsitektur, dan baru-baru ini diterbitkan bersama 6 buku pedoman lainnya oleh iai dki jakarta. isinya cukup lengkap untuk dijadikan pedoman penyelenggaraan sebuah sayembara design arsitektur. topik-topik yang dibahas adalah sebagai berikut:
    1. garis besar proses penyelenggaraan sayembara
    2. jenis-jenis sayembara
    3. prasyarat keikutsertaan (eligibility)
    4. panitia sayembara
    5. juri
    6. ketua dewan juri
    7. tugas juri
    8. pengambilan keputusan dewan juri
    9. penasehat teknis
    10. honorarium
    11. hadiah pemenang
    12. undangan sayembara
    13. dokumen sayembara
    14. pertanyaan peserta
    15. persyaratan pokok tentang gambar dan laporan peserta
    16. persyaratan pokok tentang pemasukan karya peserta
    17. diskualifikasi
    18. penetapan pemenang sayembara
    19. pengembalian karya peserta
    20. penunjukan pemenang sebagai arsitek proyek
    21. imbalan jasa arsitek proyek
    22. pemberhentian sayembara
    23. penunjukan konsultan lain
    24. hak cipta
    25. perubahan dan perbaikan peraturan ini

  5. Yang cukup disayangkan IAI seringkali mengadakan sayembara hanya untuk anggota IAI saja. Peluang mendapatkan output terbaik jadi terbatas. Kalau untuk menarik banyak arsitek untuk jadi anggota IAI akan lebih menarik dengan membuka sayembara seluas-luasnya.

  6. 6 e

    tanggapan ini saya teruskan kepada pengurus iai .. mudah-mudahan ada pengurus iai yang singgah ke warung ini.
    di satu sisi, tentu menjadi keinginan iai untuk menambah jumlah anggotanya (daftar dulu jadi anggota, baru ikut sayembara), di sisi lain arsitek-belum-anggota-iai mendapat kesempatan yang sama tanpa dibatasi syarat keanggotaan (ikut sayembara dulu, baru jadi anggota) ..

  7. buat sy yang justru menarik n setuju akhir2 ini adalah sayembara2 desain setipe yg diselenggarakan imelda akmal, di tabloid2, produsen bahan bangunan ato justru dari luar negeri yang benar2 membuka kesempatan seluasnya peserta n tentuna proses kreativitas desainer (seperti yang disponsori amd atau yang waterfront 2007 kmrn). keragaman konsep, desain, serta goal yg diungkapkan desainer akan menjadi sharing bahkan juga perenungan desainer lain…

  8. 8 lankara

    kepercayaan masyarakat (baru) arsitektur -seperti saya- terhadap proses sayembara seharusnya juga dibina oleh pihak2 yang sudah malang melintang dan berhasil di jalur sayembara.entah sharing experiences atau hanya sekedar menjadi motivator. karna yang terjadi dalam sayembara di indonesia adalah berusaha lebih banyak mencetak gol tapi melupakan membangun suporter yang baik

  9. 9 e

    dear lankara, saya sependapat dengan posting anda.
    bahkan, tidak terbatas pada sayembara saja. bukankah kita bisa memperoleh manfaat pengalaman para arsitek senior juga untuk berbagi hal lain didalam dunia praktik arsitektur? sebagai catatan, sejauh yang saya ketahui, iai memang menyelenggarakan presentasi tentang hasil sebuah sayembara, walaupun masih terbatas baru diselenggarakan di beberapa daerah saja. para pemenang mempresentasikan karyanya masing-masing. sedangkan sharing pengalaman lain, mungkin bisa diperoleh melalui strata penataran keprofesian, khususnya mulai strata 3 dan seterusnya.

    terima kasih dan salam, e.

  10. 10 weeyan

    saya sering sekali tersandung dalam masalah keanggotaan jika ada sayembara khusus anggota iai, padahal arsitek junior seperti saya sangat banyak sekali diluar sana baik yang lulusan negeri maupun swasta, jadi ada baiknya jika iai membuka tangan secara penuh kepada kami yang belum jadi anggota..afwan..banyak diantara kami yang masih belum sepenuhnya mendapatkan manfaat dari keanggotaan ini (termasuk penuturan teman yang sudah jadi anggota, (kecuali sertifikasi))….
    saya punya pengalaman mengikuti sayembara di jakarta, waktu itu saya jadi juara ketiga, tapi yang mengherankan disana tidak ada juara pertama karena panitia menyatakan tidak ada desain yang sesuai harapan, kalu boleh sharing, apakah hal semacam itu diperbolehkan????…
    sukron.

  11. 11 e

    sejauh yang saya tahu, tidak semua sayembara dibatasi hanya untuk anggota iai. tapi barangkali pengurus iai punya prioritas untuk mendahulukan anggota terutama untuk sayembara yg diselenggarakan oleh iai sendiri, atau yg oleh pemberi tugas diminta diselenggarakan oleh iai. mengapa tidak masuk jadi anggota saja sehingga bisa ikut semua sayembara? kalau anda tinggal di jakarta, iai jakarta punya banyak sekali program untuk anggotanya. saya sangat memanfaatkannya .. maaf saya tidak tahu bagaimana program iai daerah lain.
    tentang sayembara tanpa juara pertama, saya pikir ini bisa saja terjadi. juga pada sayembara internasional. oleh karena itu didalam aturan sayembara yang baik, kriteria sayembara dan susunan dewan juri “wajib” diberitahukan secara terbuka. ini untuk memberikan informasi bahwa sayembara ini serius dan dinilai oleh dewan juri yang baik. bukan sekedar beauty contest mencari gagasan dengan murah dan kemudian mengatakan tidak ada pemenang.
    salam, e.

  12. Idealnya, proyek yang didanai masyarakat secara langsung maupun tidak langsung sedapat mungkin disayembarakan, dan hasilnya dipublikasikan sebagai bagian dari pertanggungjawaban kepada masyarakat.
    Sayangnya sayembara arsitektur di Indonesia belum menjadi kebijakan pemerintah. Umumnya proyek besar pemerintah lebih banyak mengalami proses lelang ketimbang sayembara desain. Bisnis proyek pemerintah secara tertutup yang hanya dibagikan kepada konsultan-konsultan tertentu lewat penunjukan sudah bukan masanya lagi. Karena sangat mungkin akan bermunculan tunas-tunas baru di setiap pelosok tanah air setelah selama ini tenggelam dan seolah mati karena proyek-proyek pemerintah dijadikan bisnis pribadi.
    Iklim berarsitektur yang lebih sehat dan kompetitif dapat ditumbuhkan dalam sayembara arsitektur. Proses KKN yang tidak sehat dapat dipotong melalui sayembara arsitektur yang kompetitif dan adil. Sayembara arsitektur merupakan ajang paling tepat untuk menyalurkan kreativitas dan idealisme, arsitek ditantang menghasilkan karya orisinil dan gagasan secerdas mungkin. Bahkan seringkali kalah atau menang bukanlah tujuan utamanya.

  13. @ syaifulrizals: setuju .. paling tidak, kalau belum semua bisa disayembarakan, bangunan publik penting/besar harusnya layak untuk itu ..

    terima kasih sudah mampir di warung saya,
    salam, e.

  14. 14 Edmund

    proyek negara memang harus disayembarakan, jangan dilelang, usul saya untuk tahapan utamanya sbb :
    1. Pra-rencana/konsep harus disayembarakan
    2. Gambar Kerja/Development Engineering Drawing/Detail Engineering Drawing harus dilelang (Arsitek pemenang sayembara tetap sebagai Arsitek Utama)
    3. IMB diurus oleh arsitek pemenang sayembara mewakili instansi setelah proses 1 & 2 selesai. Arsitek DED harus merevisi gambar kerja apabila ada perubahan dalam pengurusan IMB.
    cat: untuk proses diatas dibutuhkan paling tidak 6 bulan, setelah IMB keluar baru lelang konstruksi bisa dilaksanakan.
    untuk proyek rumah, proyek swasta, non negara tahapan utamanya sama, yaitu gambar Pra-rencana/konsep dan DED harus ada sebelum IMB diurus.
    cat: saat ini IMB di Indonesia bisa keluar hanya dengan gambar pra-rencana, akibatnya banyak arsitek yang tidak sejahtera karena produk gambar kerja merupakan 50% dari penghasilannya dari suatu proyek perencanaan, tidak heran banyak arsitek di Indonesia kerja tidak sesuai dengan pendidikannya.

  15. 15 laras

    Ikut komen, idenya menarik .. tapi mungkin tidak usah seluruh proyek negara ya, kan bisa juga lewat tender yang fair. Usul saya terutama untuk proyek2 negara yang penting dan strategis. Strategis juga berarti strategis untuk memperkenalkan arsitektur indonesia misalnya desain kedutaan besar Indonesia.

  16. 16 e

    saya bisa sependapat dengan 2 tanggapan terakhir .. mekanisme teknisnya tentu bisa diatur sesuai peraturan yang ada.

    terima kasih & salam, e.

  17. Pak Endi, ungkapan Anda tentang sayembara arsitektur yang kurang mendapat tempat di negeri kita juga saya kutip dan tulis di blog saya, di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/04/23/indonesia-negeri-minim-sayembara-arsitektur/

  18. 18 e

    @ sofwan.kalipaksi: ok pak .. nanti kalau sudah sempat saya akan mampir ke warung anda. salam, e.

  19. 19 bimaario

    @ pak E: kmarin kami sudah ikutan jadi anggota IAI waktu pak E dan rombongan singgah dan menatar ke Sing. berarti udah bisa ikut sayembara kan pak…đŸ™‚

  20. 20 sarjoni

    wah menarik infonya…

  21. Pak Endy, kalo berencana menjadi penyelenggara sayembara bisa konsultasi dengan siapa di IAI? terima kasih

  22. @diyah: bisa kontak sekretariat iai (021) 5304715 dan sekretariat.iai@gmail.com, atau pak ery wiemar, ketua bd sayembara iai: eryw@cbn.net.id

  23. 23 wiramulia kusuma

    Bolehkah saya bertanya sedikit.
    Kapankah akhir (tahun dn bulan) dari sayembara ini ?

  24. 24 e

    @wiramulia: sayembara yang mana yang dimaksud? diskusi disini tidak membahas proyek sayembara tertentu ..

  25. 25 suria

    Selamat sore pak endy, saya sangat tertarik dgn tulisan mas ttg sayembara arsitektur. Sebenernya ada bbrp pertanyaan yg saya ingin tanya :
    1. apa bener setiap proyek pemerintah harus melalui pelelangan (tanpa sayembara)? Ada tidak peraturan yang mengatur kasus tersebut?
    2. Seperti apa sih pelanggaran-pelanggaran sayembara arsitektur di Indonesia saat ini?

    atas perhatian bpk, saya ucapkan terima kasih..
    salam – Suria Wiyadi

    • 26 e

      @suria: setiap pengadaan barang dan jasa untuk bangunan negara wajib melalui seleksi, yaitu tender atau sayembara. peraturannya sudah lama ada, sejak keppres 18/2000, menjadi keppres 80, sampai perubahan yang terakhir menjadi perpres 54/2010. sedangkan pelanggaran (pelaksanaan) sayembara harus dilihat bagaimana syarat-syarat yg ditetapkan untuk para pesertanya. dari sini bisa dilihat apakah itu sebuah sayembara yg baik dan dapat didukung oleh asosiasi profesi, atau potensial menjadi sebaliknya. misal, apakah tor-nya cukup jelas, ada peta lokasi dan aturan bangunan setempat, dijelaskan siapa saja yg menjadi juri, keputusan juri bersifat final, dan sebagainya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: