undang-undang arsitek 02

Sudah cukup lama para arsitek membicarakan perlunya sebuah payung hukum setingkat undang-undang. Kerap kali diperdebatkan baik melalui milis maupun seminar-seminar, dan kita memperoleh banyak alasan dan banyak contoh yang mendukung terbitnya Undang-Undang Arsitek (UU-Ars).

Saya pikir keinginan ini memang baik karena kemudian, sesuai dengan keahliannya, arsitek dapat membantu melindungi tata ruang nusantara, sumber daya alam, lingkungan hidup, cagar budaya dan masyarakat pengguna jasa arsitek. Dengan kehadiran UU-Ars, masyarakat bisa mendapatkan hasil pekerjaan arsitektur yang lebih tertib, lebih baik dengan kepastian hukum untuk mendapatkan pertanggungjawaban ahlinya secara profesional. Di sisi lain, dengan perlindungan hukum yang jelas tentu para arsitek dapat bekerja dengan lebih tenang dan pada akhirnya akan menghasilkan karya-karya yang lebih baik.

Belum ada survey yang memadai tentang berapa besar jumlah arsitek, atau berapa banyak sarjana arsitektur di Indonesia yang berpraktek sebagai arsitek. Informasi umum yang ada adalah perkiraan angka antara 8~15% sarjana arsitektur yang berpraktek sesuai dengan jalur pendidikannya. Bukan angka yang besar, apalagi kalau dikaitkan dengan mahalnya pendidikan (arsitektur). Dengan demikian maka UU-Ars juga dapat dilihat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dengan keahlian bidang arsitektur/rancang bangun. Bukankah negara ini membutuhkan data dan ketersediaan tenaga ahli lokal untuk membangun?

Sementara itu kalangan arsitek sendiri juga perlu meningkatkan diri supaya tujuan besar diatas menjadi realistis untuk dicapai. Beberapa masalah yang menurut saya perlu dilakukan adalah antara lain peningkatan kompetensi, memperluas jejaring institusional, membangun international recognition and reciprocity, serta yang paling penting meningkatkan pendidikan arsitektur.

Dari keberadaan peraturan-peraturan yang berkait langsung dengan profesi arsitek, saya melihat keberadaan UU-Ars akan melengkapi pilar-pilar hukum yang sudah ada. Pilar yang pertama adalah kepranataan yang mengatur hubungan kerja dan penyelenggaraan kerjasama para pihak yang bertanggungjawab dalam proses pembangunan. Di Indonesia, kepranataan ini terwujud dalam bentuk Undang-Undang No. 18/ tahun1999 tentang Jasa Konstruksi (UUJK). Pilar kedua adalah kepranataan yang mengatur obyek/materi dalam konteks jasa konstruksi, dalam hal ini adalah bangunan gedung dan lingkungan binaan (built environment). Kepranataan ini di Indonesia terwujud dalam bentuk Undang-Undang No. 28/ tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (UUBG). Pilar ketiga adalah kepranataan yang mengatur subyek/para pelaku, yang dalam hal ini adalah arsitek (dan insinyur). Kepranataan ini belum ada di Indonesia, yang lazim di berbagai negara dikenal sebagai Architect’s Act dan Engineer’s Act.

Hal lain yang juga belum ada di Indonesia tetapi sangat penting dalam kelaziman praktik arsitektur adalah perlindungan asuransi keprofesian (professional indemnity insurance/professional liability insurance). Yang dimaksud adalah asuransi terhadap adanya kemungkinan gugatan dari pengguna jasa atau publik. Keberadaan asuransi jenis ini pada saatnya akan menjadi faktor penting mengingat keterkaitannya dengan peraturan yang disyaratkan dalam UUJK dan UUBG, khususnya pasal-pasal yang mengatur kewajiban dan tanggung jawab ahli termasuk Arsitek.

Dari berbagai masalah yang mengemuka, sekurang-kurangnya UU-Ars dapat mengatur hal-hal antara lain tentang:
– Profil arsitek dan praktik arsitektur
– Kompetensi dasar arsitek profesional
– Pendidikan arsitektur
– Pemagangan dan praktik kerja
– Registrasi nasional dan lisensi praktik
– Pengembangan profesional berkelanjutan
– Praktik lintas batas
– Hak atas kekayaan intelektual/copyright
– Peran asosiasi profesi arsitek
– Hak, kewajiban dan tanggung jawab arsitek berikut sanksi-sanksi.

.


No Responses Yet to “undang-undang arsitek 02”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: